MANHAJ SALAF
๐ฅJika ada yang menyampaikan ilmu syar’i di medsos, walaupun itu kawan kita apalagi ustadz, maka tolong jangan ditanggapi dengan candaan atau ketawa-ketiwi.
๐ชทIlmu itu mulia, maka hendaknya kita muliakan ilmu.
๐ Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam bersabda:
ุฃูุง ุฅููู ุงูุฏููููุง ู ูุนููุฉู ู ูุนููู ู ุง ูููุง ุ ุฅูููุง ุฐููุฑู ุงูููููู ูู ุง ูุงูุงูู ุ ูุนุงููู ู ุ ุฃู ู ุชุนูููู ู
โKetahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama”
(HR. At Tirmidzi 2322, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).
๐ชทPara salaf dahulu sangat memuliakan ilmu.
๐ค Al Barra bin โAdzib radhiallahuโanhu mengatakan,
ุฎุฑุฌูุง ู ุนู ุฑุณููู ุงูููููู ุตูููู ุงูููููู ุนููููู ูุณูููู ู ูู ุฌูุงุฒุฉูุ ูุงูุชููููุง ุฅูู ุงููุจุฑู ูุฌูุณูุ ูุฌููุณููุงุ ูุฃููู ุนูู ุฑุคูุณููุง ุงูุทูููุฑู
โKami pernah keluar bersama Rasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam untuk mengantar jenazah. Ketika sampai di pemakaman, beliau duduk, maka kami pun duduk. (Kami diam) seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung yang bertenggerโ
(HR. Ibnu Majah 1269, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).
๐Karena setelah memakamkan jenazah, biasanya Rasulullah Shallallahuโalaihi Wasallam menyampaikan nasehat. Maka para sahabat pun menata adab mereka dan memuliakan ilmu dari Nabi Shallallahuโalaihi Wasallam.
๐คAbdurrahman bin Mahdi rahimahullah (guru Imam Ahmad bin Hambal), menyikapi orang yang tertawa di majlisnya:
ุถูุญููู ุฑูุฌููู ููู ู ูุฌูููุณู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู ููู ุจููู ู ูููุฏูููู ุ ููููุงูู : ู ููู ุถูุญููู ุ ููุฃูุดูุงุฑููุง ุฅูููู ุฑูุฌููู ุ ููููุงูู : ุชูุทูููุจู ุงููุนูููู ู ููุฃูููุชู ุชูุถูุญููู ุ ูุง ุญูุฏููุซูุชูููู ู ุดูููุฑูุง
โSuatu ketika ada seorang yang tertawa di majlis Abdurrahman bin Mahdi. Maka ia berkata:
siapa itu yang tertawa?
Lalu orang-orang menunjuk pada orang yang tertawa.
๐คAbdurrahman bin Mahdi berkata:
โEngkau menuntut ilmu sambil ketawa-ketawa? Saya tidak akan bicara padamu selama sebulan’โ
(Al Jamiโ Fi Adabi Rawi, 329).
๐ฅOrang yang suka mencandai postingan-postingan ilmu kita khawatirkan sulit mendapat ilmu. Karena sejak awal sudah ia remehkan.
๐ค Yusuf bin Al Husain rahimahullah mengatakan:
ุจุงูุฃุฏุจ ุชููู ุงูุนูู
โDengan adab, engkau akan memahami ilmuโ
(Iqtidhaul Ilmi Al โAmal [31], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17]).
๐ฅDan lebih parahnya, orang yang demikian kita khawatirkan lama-kelamaan akan terjerumus pada al istihza’ bid din (mengolok-olok ajaran agama) yang merupakan kekufuran.
Wal ‘iyyadzu billah.
๐ชทMaka bijaklah dalam bersosmed. Postingan candaan silakan tanggapi dengan candaan. Namun postingan ilmu jangan tanggapi dengan candaan.
๐คSyaikh Dr. Shalih Sindi mengatakan:
“Jangan anda mencampurkan keseriusan dengan candaan, juga jangan mencampurkan candaan dengan keseriusan. Karena jika anda lakukan hal itu, anda membuat sesuatu yang serius tersebut menjadi remeh dan membuat candaan menjadi menyedihkan”
(Al Adaab ‘Unwanus Sa’adah, hal.19).
Semoga Allah ta’ala memberi taufik.
โ๏ธ Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. (Alumnus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta)
(gwa-saudara-muslim-2).


