Google search engine
HomeTausiyahAdab Terhadap Postingan Ilmu di Medsos

Adab Terhadap Postingan Ilmu di Medsos

MANHAJ SALAF

๐Ÿฅ€Jika ada yang menyampaikan ilmu syar’i di medsos, walaupun itu kawan kita apalagi ustadz, maka tolong jangan ditanggapi dengan candaan atau ketawa-ketiwi.

๐ŸชทIlmu itu mulia, maka hendaknya kita muliakan ilmu.

๐ŸŒŸ Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ุฃู„ุง ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ูŠุง ู…ู„ุนูˆู†ุฉูŒ ู…ู„ุนูˆู†ูŒ ู…ุง ููŠู‡ุง ุŒ ุฅู„ู‘ูŽุง ุฐููƒุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆู…ุง ูˆุงู„ุงู‡ู ุŒ ูˆุนุงู„ูู…ูŒ ุŒ ุฃูˆ ู…ุชุนู„ู‘ูู…ูŒ

โ€œKetahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama”
(HR. At Tirmidzi 2322, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

๐ŸชทPara salaf dahulu sangat memuliakan ilmu.

๐Ÿ‘ค Al Barra bin โ€˜Adzib radhiallahuโ€™anhu mengatakan,

ุฎุฑุฌู†ุง ู…ุนูŽ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนู„ูŠู’ู‡ู ูˆุณู„ูŽู‘ู…ูŽ ููŠ ุฌู†ุงุฒุฉูุŒ ูุงู†ุชูŽู‡ูŠู†ุง ุฅู„ู‰ ุงู„ู‚ุจุฑู ูุฌู„ุณูŽุŒ ูˆุฌู„ูŽุณู’ู†ุงุŒ ูƒุฃู†ูŽู‘ ุนู„ู‰ ุฑุคูˆุณูู†ุง ุงู„ุทูŽู‘ูŠุฑูŽ

โ€œKami pernah keluar bersama Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam untuk mengantar jenazah. Ketika sampai di pemakaman, beliau duduk, maka kami pun duduk. (Kami diam) seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung yang bertenggerโ€
(HR. Ibnu Majah 1269, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

๐ŸŒŸKarena setelah memakamkan jenazah, biasanya Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam menyampaikan nasehat. Maka para sahabat pun menata adab mereka dan memuliakan ilmu dari Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam.

๐Ÿ‘คAbdurrahman bin Mahdi rahimahullah (guru Imam Ahmad bin Hambal), menyikapi orang yang tertawa di majlisnya:

ุถูŽุญููƒูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูููŠ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠูู‘ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู…ูŽู†ู’ ุถูŽุญููƒูŽ ุŸ ููŽุฃูŽุดูŽุงุฑููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุฌูู„ู ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุชูŽุทู’ู„ูุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุชูŽุถู’ุญูŽูƒู ุŒ ู„ุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซู’ุชููƒูู…ู’ ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง

โ€œSuatu ketika ada seorang yang tertawa di majlis Abdurrahman bin Mahdi. Maka ia berkata:
siapa itu yang tertawa?
Lalu orang-orang menunjuk pada orang yang tertawa.

๐Ÿ‘คAbdurrahman bin Mahdi berkata:
โ€˜Engkau menuntut ilmu sambil ketawa-ketawa? Saya tidak akan bicara padamu selama sebulan’โ€
(Al Jamiโ€™ Fi Adabi Rawi, 329).

๐Ÿฅ€Orang yang suka mencandai postingan-postingan ilmu kita khawatirkan sulit mendapat ilmu. Karena sejak awal sudah ia remehkan.

๐Ÿ‘ค Yusuf bin Al Husain rahimahullah mengatakan:

ุจุงู„ุฃุฏุจ ุชูู‡ู… ุงู„ุนู„ู…

โ€œDengan adab, engkau akan memahami ilmuโ€
(Iqtidhaul Ilmi Al โ€˜Amal [31], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [17]).

๐Ÿฅ€Dan lebih parahnya, orang yang demikian kita khawatirkan lama-kelamaan akan terjerumus pada al istihza’ bid din (mengolok-olok ajaran agama) yang merupakan kekufuran.
Wal ‘iyyadzu billah.

๐ŸชทMaka bijaklah dalam bersosmed. Postingan candaan silakan tanggapi dengan candaan. Namun postingan ilmu jangan tanggapi dengan candaan.

๐Ÿ‘คSyaikh Dr. Shalih Sindi mengatakan:
“Jangan anda mencampurkan keseriusan dengan candaan, juga jangan mencampurkan candaan dengan keseriusan. Karena jika anda lakukan hal itu, anda membuat sesuatu yang serius tersebut menjadi remeh dan membuat candaan menjadi menyedihkan”
(Al Adaab ‘Unwanus Sa’adah, hal.19).

Semoga Allah ta’ala memberi taufik.

โœ๏ธ Ustaz Yulian Purnama, S.Kom. (Alumnus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta)

(gwa-saudara-muslim-2).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments