SURABAYA-kanalsembilan.comĀ (14 Juli 2025)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata dan berkeadilan melalui penyaluran beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Selama satu tahun terakhir, lebih dari 1.000 mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia telah menerima beasiswa ini.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti S.Si., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa KIP-K ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Program ini memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan biaya hidup sebesar Rp 7,5 juta per semester.
Beasiswa ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang telah berjalan sejak 2020.
āIni adalah wujud nyata komitmen ITS dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,ā ungkap Prof. Nurul. āKami ingin memastikan bahwa mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu tetap bisa mengakses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.ā
Tak hanya bantuan finansial, ITS juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada penerima beasiswa. Mulai dari program pengembangan diri, bimbingan akademik, hingga pemantauan prestasi setiap semester. āKami ingin mereka tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan berprestasi,ā tambahnya.
Kepala Subbagian Layanan dan Kesejahteraan Mahasiswa ITS, Friana Ekawati, mengungkapkan bahwa jumlah penerima KIP-K mengalami peningkatan signifikan. Pada 2023 tercatat 851 mahasiswa sebagai penerima, dan pada 2024 jumlah itu naik 28 persen menjadi 1.096 mahasiswa.
Untuk tahun 2025, kuota resmi dari kementerian belum ditetapkan. Namun, ITS sudah mencatat 319 mahasiswa baru dari jalur SNBP dan 301 mahasiswa dari jalur SNBT sebagai penerima sementara. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah seiring dibukanya pendaftaran tahap selanjutnya.
Friana juga menjelaskan bahwa dana yang disalurkan ITS untuk mendukung program KIP-K meningkat dari Rp 77 miliar pada 2023 menjadi Rp 92 miliar hingga pertengahan 2024.
Sebagai bentuk kepedulian menyeluruh, ITS turut menyediakan berbagai skema beasiswa alternatif untuk mahasiswa kurang mampu yang belum lolos KIP-K. Beasiswa tersebut berasal dari pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta, yayasan, hingga alumni.
Salah satunya adalah Beasiswa Asih, sebuah program donasi terbuka yang mengajak dosen, alumni, dan masyarakat untuk ikut membantu mahasiswa yang membutuhkan.
āITS ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan berprestasi. Kami berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan tumbuh menjadi generasi unggul,ā tutup Friana. (za).


