Google search engine
HomeEkbisJatim Deflasi 0,10 Persen

Jatim Deflasi 0,10 Persen

SURABAYA-kanalsembilan.com (24 September 2025)

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat deflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,10 persen pada Agustus 2025. Angka ini lebih dalam dibanding deflasi pada Agustus tahun lalu yang tercatat 0,07 persen.

Kepala BPS Jawa Timur, Dr Ir Zulkipli, M.Si mengatakan deflasi kali ini lebih dipengaruhi oleh faktor pasokan ketimbang permintaan.

“Adanya panen beberapa komoditas hortikultura ditambah kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM membuat deflasi bulan ini terjadi,” ujar Zulkipli.

Turunnya inflasi tercermin dari penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,76 pada Juli menjadi 108,65 pada Agustus 2025. Secara tahun kalender (year-to-date/ytd), inflasi Jawa Timur tercatat 1,44 persen, sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) berada di level 2,17 persen.

Dampak dari deflasi pada Agustus 2025 itu, juga di alami semua daerah IHK di Jawa Timur. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Bojonegoro sebesar 0,23 persen, sedangkan deflasi terendah ada di Jember sebesar 0,04 persen.

“Pada tingkat nasional, sebanyak 27 provinsi, termasuk Jawa Timur, mengalami deflasi pada bulan Agustus 2025,” tambah Zulkipli.

Kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang deflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan deflasi 0,59 persen dan andil negatif 0,17 persen. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi antara lain cabai rawit, tomat, telur ayam ras, bensin, dan bawang putih.

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran tetap mengalami inflasi. Kelompok pendidikan mencatat inflasi 0,49 persen (andil 0,04 persen), diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,35 persen (andil 0,02 persen), serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen (andil 0,01 persen).

Komoditas yang dominan mendorong inflasi di antaranya beras, daging ayam ras, bawang merah, emas perhiasan, ketimun, serta biaya pendidikan perguruan tinggi.

Selain inflasi, BPS juga mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Agustus 2025 menjadi 114,38 atau turun 0,06 persen dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan NTP ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) turun 0,32 persen, lebih dalam dibanding indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang turun 0,26 persen. Penurunan harga cabai rawit, tomat, tebu, dan ketela pohon menjadi penyebab utama turunnya It, sementara penurunan Ib dipicu harga tomat sayur, cabai rawit, bensin, dan kacang panjang.

Menurut subsektornya, tanaman pangan mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,36 persen, disusul subsektor perikanan yang naik 0,62 persen. Namun, penurunan terjadi pada subsektor hortikultura (15,34 persen), tanaman perkebunan rakyat (1,52 persen), dan peternakan (0,28 persen). (za).

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments