Google search engine
HomeEkbisInflasi Jawa Timur November 2025 Terkendali di Angka 2,63 Persen, Sumenep Tertinggi...

Inflasi Jawa Timur November 2025 Terkendali di Angka 2,63 Persen, Sumenep Tertinggi dan Gresik Terendah

SURABAYA-kanalsembilan.com (10 Desember 2025)

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jawa Timur pada November 2025 sebesar 2,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,42. Meski menunjukkan kenaikan harga di sejumlah kelompok pengeluaran, kondisi inflasi Jatim dinilai masih terkendali dan berada dalam kategori moderat.

Kepala BPS Jatim Dr. Ir. Zukipli, M.Si mengatakan kabupaten Sumenep menjadi daerah dengan inflasi y-on-y tertinggi, yaitu 3,26 persen dengan IHK 112,94. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,02 persen dengan IHK 107,41, menunjukkan variasi tekanan harga antarwilayah yang relatif wajar.

Inflasi tahunan tersebut didorong oleh meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 13,56 persen. Diikuti kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang naik 3,81 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,96 persen, serta kelompok pendidikan yang meningkat 1,71 persen.

Kelompok pengeluaran lainnya yang turut memberi andil pada inflasi adalah:

Pakaian dan alas kaki: 0,80 persen

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 1,34 persen

Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,38 persen

Transportasi: 1,01 persen

Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,17 persen

Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,40 persen

Sementara itu, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, turun 0,54 persen, sehingga memberikan efek peredam terhadap inflasi secara keseluruhan.

Berdasarkan perhitungan bulanan, tingkat inflasi month to month (m-to-m) Jawa Timur pada November 2025 tercatat 0,17 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) mencapai 2,16 persen.

Menurut Dr. Ir. Zulkipli, M.Si., perkembangan inflasi Jatim pada November ini masih berada dalam tren wajar dan menunjukkan daya beli masyarakat yang relatif stabil. “Kenaikan pada kelompok perawatan pribadi serta makanan dan minuman perlu dicermati, karena kedua kelompok ini sangat dekat dengan kebutuhan harian masyarakat. Namun secara umum, inflasi Jawa Timur masih terkendali dan tidak menunjukkan gejolak signifikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap diperlukan menjelang akhir tahun untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan pada momen liburan Natal dan Tahun Baru.

Dengan capaian ini, Jawa Timur memasuki akhir 2025 dengan situasi inflasi yang relatif terkendali serta tekanan harga yang masih dalam batas aman. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments