SURABAYA-kanalsembilan.com (18 Februari 2026)
Yang ingin tahu rasanya Es Krim Goreng cepat buka bersama (bukber) ke The Alana Hotel Surabaya. Di Hotel ini ada menu istimewa, dan jadi perhatian para tamu, yang Es Krim goreng.
Es Krim goreng adalah menu khusus tidak ada di hotel lain. Kalau es krim yang biasa yang dingin itu sih biasa. Tapi yang ini es krim beda karena digoreng, dan jelas hangat.
Restaurant and Banquet Manager, Dimas Fitanata Baehaqi mengatakan Salah satu menu yang paling mencuri perhatian dalam Iftar Parade adalah es krim goreng yang dihadirkan sebagai sajian utama dessert. Menu nostalgia ini jarang ditemukan dalam paket berbuka puasa hotel berbintang dalam beberapa tahun terakhir.
Executive Chef The Alana Hotel Surabaya, Chef Susanto, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan kembali menu klasik tersebut dengan sentuhan yang lebih modern.
“Kami mencoba menghadirkan kembali es krim goreng dengan tampilan dan cita rasa yang lebih menarik bagi tamu hotel untuk berbuka puasa,” jelasnya.
Keunikan es krim goreng terletak pada perpaduan tekstur dan suhu. Bagian luar yang renyah dan hangat berpadu dengan bagian dalam yang tetap lembut dan dingin. Proses pembuatannya menggunakan teknik khusus: es krim dibentuk bulat, dilapisi roti tawar yang dipipihkan hingga menutup seluruh permukaan, lalu dibekukan kembali sebelum dibalut adonan dan digoreng singkat agar bagian luar garing tanpa melelehkan isi.
Di tengah dominasi dessert bercita rasa Timur Tengah dan sajian manis khas Ramadan, kehadiran es krim goreng menjadi diferensiasi yang memperkaya pilihan menu.
Lebih dari Sekadar Paket Iftar
Ramadan selalu identik dengan momen kebersamaan. Tahun ini, The Alana Hotel Surabaya menghadirkan konsep berbuka puasa bertajuk “Iftar Parade”, sebuah pengalaman kuliner tematik yang dirancang layaknya pertunjukan rasa dengan sajian yang bergantian dan beragam.
Mengusung filosofi parade, program ini tidak sekadar menawarkan buffet, tetapi menghadirkan perjalanan cita rasa dari berbagai penjuru dunia. Setiap stall memiliki karakter tersendiri, mulai dari hidangan Nusantara, Middle Eastern, western food, hingga menu khas The Alana yang dikurasi khusus untuk Ramadan.
Restaurant and Banquet Manager, Dimas Fitanata Baehaqi, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang agar tamu merasakan pengalaman berbuka yang berbeda.
“Kami menamakan konsep ini Iftar Parade karena ingin menghadirkan pengalaman berbuka puasa layaknya sebuah pertunjukan rasa. Setiap hidangan memiliki perannya masing-masing, sehingga tamu seperti mengikuti parade kuliner,” ujarnya.
Salah satu menu yang paling mencuri perhatian dalam Iftar Parade adalah es krim goreng yang dihadirkan sebagai sajian utama dessert. Menu nostalgia ini jarang ditemukan dalam paket berbuka puasa hotel berbintang dalam beberapa tahun terakhir.
Keistimewaan Iftar Parade tidak hanya terletak pada ragam hidangan. The Alana Surabaya juga membangun suasana Ramadan secara menyeluruh, mulai dari tata ruang yang hangat, alur tamu yang nyaman, hingga live music harian yang menemani momen berbuka puasa.
Dimas menegaskan bahwa konsep eksklusif yang diusung bukan berarti mahal.
“Eksklusif di sini bukan berarti mahal, tetapi karena tidak semua tempat menghadirkan konsep dan pengalaman seperti ini. Dengan harga yang tetap terjangkau, tamu mendapatkan pengalaman berbuka puasa yang lengkap dan bermakna,” tambahnya.
Sebagai nilai tambah, tamu juga berkesempatan memenangkan satu tiket umroh melalui program undian yang disiapkan selama periode Ramadan.
Dengan konsep yang inklusif, Iftar Parade dirancang untuk berbagai kebutuhan—mulai dari buka puasa keluarga, gathering perusahaan, reuni, hingga acara komunitas.
Melalui konsep ini, The Alana Surabaya ingin menghadirkan Ramadan bukan hanya sebagai momen menikmati hidangan, tetapi sebagai pengalaman kebersamaan yang hangat, berkesan, dan penuh makna. (za).


