☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Sisa Romadhon
Romadhon tidak pernah pergi dengan suara keras. Ia pamit seperti senja yang perlahan redup.
Pelan, hampir tak terasa.
Di awal kedatangannya kita menyambut dengan penuh semangat niat memperbaiki diri, janji untuk lebih dekat pada Alloh Ta’ala.
Namun hari-hari berjalan begitu cepat.
Sebagian doa mulai jarang dipanjatkan, sebagian langkah ke masjid mulai tertinggal.
Bukan karena kita tidak peduli, kadang hanya karena kita terlalu sibuk dengan dunia yang tak pernah selesai.
Padahal Romadhon datang bukan sekadar untuk singgah, tetapi untuk menyembuhkan hati yang lama lelah.
Dan yang paling menyedihkan bukan saat ia pergi, melainkan saat kita sadar bahwa kita tidak memanfaatkannya sebaik yang seharusnya.
Jika masih ada sisa hari, jangan biarkan ia berlalu seperti hari biasa.
Sebab bisa jadi ini Romadhon yang terakhir yang Alloh Ta’ala izinkan kita rasakan.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Alloh, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang langit dan bumi bercahaya karena-Nya agar Engkau menjadikan aku dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan di bawah penjagaan-Mu.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
youtube.com/@djoeprichannel
sejenakpagi
😊❤️👍
(gwa-pbi).


