Oleh: Alauddin Muhammad al Khurasani
Kerajaan Persia kuno muncul setelah runtuhnya Babilonia di daerah yang dahulunya adalah tempat dari bangsa Sumeria atau Samaria, nenek moyang dari bangsa Sammit atau Semit, yang kini menjadi bangsa Arab, Israel, Persia. Kerajaan Persia Zoroaster yang dahulu dikenal sebagai Parthia ini tercatat pernah mengirim ekspedisi ke Yunani dan sempat meraih kemenangan atas bangsa Sparta pada masa raja Xerxes. Pada masa Macedonia memdominasi Yunani. Persia ditaklukkan olen Alexander Agung atau dikenal juga sebagai Zulkarnain oleh orang Arab dan Israil.
Persia tidak identik dengan Iran, melainkan juga Iraq, Azerbaijan, Armenia, Afganistan hingga Pakistan. Ciri khasnya adalah penggunaan bahasa Pashtuni yang berbeda dialek namun sama rumpun. Negara eks Persia Sassanid (Zoroaster/Majusi), yang ditaklukkan oleh negara Khilafah Islamiyyah pada masa Umar bin Khottob Ra. (abad 7 M) ini akhirmya menjadi kerajaan Abbasiyyah pada abad 9 M.
Setelah Dinasti Abbasiyyah runtuh pada abad 13 M, Persia Islam berulangkali berganti dinasti dan terpisah. Salah satu rumpun bangsa Persia yang terlupakan adalah bangsa Kurdi, keturunan Salahuddin Al Ayyubi. Pada abad 17, berdirilah kerajaan Syi’ah Dinasti Safawi di Isfahan, yang kini menjadi Iran. Kelak Dinasti Safawi akan ditaklukkan oleh bangsa Mogul pengamut mahzab Hanafiyyah yang berpusat di Agra, India, setelah sebelumnya berpusat di Kabul, Afganistan.
Abad 19 M, Mogul kalah oleh Inggris, yang lalu memecah bekas kerajaan ini menjadi Iran, Afganistan, India. Armenia dan Azerbaijan lepas dari Iran. Kurdistan dibagi kepada Turki, Suriah dan Iraq. Setelah Inggris melepaskan jajahannya di berbagai penjuru dunia, berdirilah Kerajaan Iran, di bawah rajanya yang dahulu adalah protektorat Inggris.
Kehidupan sekuler dan liberal tinggalan Inggris dan kediktatoran raja (Syah) Iran menyebabkan munculnya revolusi menjadi republik yang berhaluan Syi’ah, dengan pimpinan pertamanya Khomeini. Rusia waktu itu masih menjadi Sovyet, mendukung revolusi ini, sementara Sovyet sendiri menjajah Afganistan.
(gwa-kb-pii-jatim).


