Google search engine
HomePendidikanDoktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

SURABAYA-kanalsembilan.comĀ  (29 April 2026)

Tingginya risiko kegagalan pada industri proses kimia kerap dipicu oleh sistem sociotechnical yang kompleks. Pengukuran safety culture maturity seringkali bersifat dangkal dan gagal menyentuh akar permasalahan sistemik.

Menjawab permasalahan tersebut, lulusan program doktor Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Wisda Mulyasari SST MT mengembangkan safety culture maturity model dengan pendekatan sistem kerja sociotechnical macroergonomic.

Wisda memaparkan bahwa urgensi penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan macroergonomic ke dalam safety culture maturity. Penelitian ini mengintegrasikan lima subsistem sociotechnical secara utuh, yakni organisasi, beban tugas, manusia, lingkungan, serta alat dan teknologi.

Pendekatan ini relevan, khususnya di industri, dengan risiko tinggi seperti industri berbasis proses kimia yang pada aktivitas prosesnya memiliki potensi bahaya seperti kebakaran, ledakan dan pelepasan zat beracun.

Menyadari celah itu, ia terdorong untuk merumuskan safety culture maturity model komprehensif yang mengacu pada standar Process Safety Management (PSM) OSHA 3132. Wisda berhasil membuat inovasi bernama Resilient Safety Culture Maturity Model (RSCMM) beserta instrumen pengukurannya.

Hal ini dinilai krusial karena tingkat resilient hanya dapat dicapai jika seluruh subsistem kerja telah selaras secara utuh. ā€œIntegrasi memastikan bahwa upaya peningkatan keselamatan tidak lagi bersifat parsial, melainkan sebuah transformasi struktural yang mampu mengantisipasi gangguan sebelum menjadi bencana,ā€ terang doktor yang juga aktif di Golden Age Concert Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITS tersebut.

Lebih lanjut, perempuan berusia 37 tahun tersebut merumuskan enam tingkatan RSCMM yaitu Pathological, Reactive, Calculative, Proactive, Generative, hingga Resilient. Penelitian ini menetapkan 41 indikator pengukuran tervalidasi secara empiris melalui pengujian statistik. Metodologi penelitian melibatkan justifikasi teoretis dari 10 orang safety expert yang memiliki pengalaman di Chemical Process Safety lebih dari 10 tahun.

Meskipun melakukan studi kasus pada industri pupuk, instrumen yang dirancang bersifat aplikatif bagi seluruh industri berbasis proses kimia.

ā€œPenelitian ini memberikan panduan strategis bagi praktisi dalam merancang intervensi yang tepat sasaran demi mewujudkan organisasi resilient terhadap risiko kegagalan sistemik,” imbuh dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) tersebut.

Penelitian ini pun telah menghasilkan tiga publikasi, yaitu dua artikel conference terindex IEEE dan Scopus, dan satu publikasi jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1 (Elsevier, Open Access).

Kesuksesan Wisda dalam meneliti turut mendukung upaya ITS dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain poin ke-3 tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta poin ke-9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments