Google search engine
HomeEkbisSelaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Selaras Arah Transformasi Danantara Indonesia, Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan

JAKARTA-kanalsembilan.com (15 Juli 2026)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi bisnis
untuk menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Selaras dengan arah
transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Marga
mengakselerasi pergeseran strategi dari orientasi pertumbuhan usaha berbasis
infrastruktur (growth-oriented) menuju penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented).

Transformasi tersebut dijalankan untuk memastikan seluruh aset, layanan, dan
jaringan jalan tol Jasa Marga Group tidak hanya mendukung pertumbuhan
perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang semakin luas bagi pengguna jalan,
masyarakat, investor, dunia usaha, dan negara.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan bahwa transformasi
menjadi fondasi perusahaan dalam memperkuat daya saing perusahaan melalui tata
kelola yang baik, inovasi, digitalisasi, pengembangan kapabilitas organisasi, serta
peningkatan kualitas pelayanan.

“Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset atau panjang
jalan tol yang dikelola, tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat
dan negara,” ujar Rivan.

Karena itu, setiap aset, inovasi, dan kilometer jalan tol harus dikelola
secara optimal dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis melalui
prinsip Know Your Customer.

Pergeseran orientasi tersebut juga diperkuat melalui perubahan paradigma dari infra
as a structure menjadi infra as a culture atau infraculture. Melalui pendekatan ini, Jasa
Marga tidak hanya membangun dan mengoperasikan jalan tol,

tetapi juga
mengembangkan ekosistem infrastruktur transportasi yang mampu memperkuat
konektivitas, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kualitas pengalaman
perjalanan.

“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga memberikan manfaat yang lebih
besar dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya,” jelas Rivan.

Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat
kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat
infraculture yang terus kami bangun.

Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga
menguasai 42% pangsa pasar panjang jalan tol komersial yang telah beroperasi atau
sepanjang 1.294 km. Dengan pengalaman selama lebih dari empat dekade, Jasa

Marga saat ini mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang jalan 1.736 km.
Jasa Marga saat ini menjadi tulang punggung konektivitas nasional yang melayani
sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.

Skala pengelolaan tersebut mendorong Jasa Marga untuk terus memperkuat
customer experience dalam seluruh proses bisnis. Komitmen ini diwujudkan melalui
pengembangan layanan berbasis teknologi, peningkatan keandalan operasional,
serta penguatan kualitas interaksi dengan pengguna jalan.

Salah satu implementasinya dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center
(JMTC), pusat kendali operasional berbasis data yang mendukung pemantauan lalu
lintas, penanganan insiden, serta pengambilan keputusan secara real-time.

Kehadiran JMTC memberikan dampak positif langsung bagi pengguna jalan, yang kini dapat
merasa lebih aman dan nyaman sepanjang perjalanan karena seluruh kondisi dan
data lalu lintas di lajur tol telah terintegrasi secara menyeluruh demi mempercepat
waktu respons tindakan serta penanganan kendala darurat di lapangan.

Di kesempatan terpisah, akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi dan praktisi bisnis
sekaligus akademisi Prof. Rhenald Kasali hadir sebagai narasumber dalam acara
Expert Sharing Session yang diselenggarakan di JMTC, pada Rabu (01/07) lalu.

Kedua tokoh nasional tersebut membedah strategi mendalam mengenai tema “Up-
scaling Customer Experience (CX) Through Smart, Sustainable, and Connected
Mobility Ecosystems”.

Mobilitas yang cerdas harus saling terintegrasi ke dalam sebuah ekosistem dan saat
ini yang dilakukan Jasa Marga sudah sangat baik. Jasa Marga telah memiliki
command center yang mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan
berbasis teknologi sebagai inovasi layanan digital.

“Pengembangan teknologi ini harus
diimbangi dengan komitmen terhadap keberlanjutan karena pembangunan hari ini
merupakan warisan bagi generasi yang akan datang,” jelas Prof. Mohammed Ali
Berawi.
Di samping mengoptimalkan JMTC, Jasa Marga terus meningkatkan layanan
personalisasi untuk menjawab kebutuhan dan harapan pengguna jalan melalui
aplikasi Travoy. Seluruh informasi yang dikelola JMTC juga dapat diakses pengguna
jalan melalui aplikasi Travoy (Travel with Comfort and Joy) dengan dukungan lebih
dari 3.500 CCTV. Hingga awal Juli 2026, jumlah pengunduh aplikasi Travoy telah
mencapai lebih dari 1,3 juta dengan monthly active user pada bulan Juli 2027 dengan
lebih dari 130 ribu user.

“Pendekatan digital era baru saat ini ikut mengubah cara masyarakat mengambil
keputusan hingga melahirkan ekspektasi pelayanan berbeda yang bertujuan untuk
memberikan experience yang lebih baik.

Jasa Marga menyempurnakannya menjadi
strategi perusahaan menuju customer experience yang lebih baik, salah satunya
melalui aplikasi Travoy,” ujar Prof. Rhenald Kasali.

Selain itu, Jasa Marga mentransformasikan layanan pusat panggilan dengan
mengubah nomor Call Center dari 14080 menjadi 133 yang memperoleh predikat
Exceptional dan peringkat pertama dalam ajang Contact Center Service Excellence
Award 2025.

Jasa Marga juga merejuvenasi rest area sehingga tidak hanya sebagai tempat
singgah (transit area), tetapi menjadi destinasi (destination area) yang menghadirkan
pengalaman perjalanan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan
pelaku usaha.

“Rest area harus berkembang menjadi bagian dari ekosistem
perjalanan yang memberikan pengalaman, membuka peluang ekonomi, dan
memperkuat keterlibatan masyarakat di sepanjang koridor jalan tol,” ujar Rivan.

Seluruh transformasi tersebut turut ditopang oleh kinerja keuangan positif yang
berhasil dibukukan Jasa Marga pada awal tahun 2026. Pada Kuartal I 2026, Jasa
Marga mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp5,1 triliun atau tumbuh 10,4%
dibandingkan dengan Kuartal I Tahun 2025.

Capaian ini didukung penuh oleh
kontribusi Pendapatan Tol senilai Rp4,7 triliun serta Pendapatan Usaha Lain sebesar
Rp397,6 miliar, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 9,4% dan 24,4%
dari periode sebelumnya. Di samping itu, EBITDA Perseroan tercatat kuat sebesar
Rp3,4 triliun, meningkat 10,7% secara year-on-year dengan margin EBITDA yang
terjaga ketat di level 66,1%.

Di sisi lain, Jasa Marga terus melanjutkan pembangunan sejumlah jalan tol strategis
yang masih berada dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan, meliputi Jalan Tol
Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo,
Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban.

Empat ruas di antaranya, selain
Jalan Tol Akses Patimban, telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif pada
periode Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026 untuk mendukung kelancaran mobilitas
masyarakat.

Pengoperasian jalur fungsional ini memberikan nilai tambah bagi
masyarakat dengan menghadirkan pilihan alternatif rute baru untuk mengurai titik
yang berpotensi mengalami kepadatan, memangkas waktu tempuh perjalanan, serta
mempermudah akses konektivitas menuju pariwisata daerah.

Kehadiran jalan tol
fungsional juga berkontribusi langsung dalam menggerakkan perekonomian
masyarakat di sekitar koridor tol selama masa libur panjang.

Pengembangan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya Jasa Marga untuk
mewujudkan setiap kilometer jalan tol menghadirkan perjalanan yang lancar, aman
dan nyaman bagi pengguna jalan, meningkatkan konektivitas, mempermudah
distribusi logistik, membuka akses pertumbuhan wilayah, mendukung peningkatan
pariwisata daerah serta memperkuat daya saing nasional.

“Inilah ukuran keberhasilan
transformasi Jasa Marga sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, kokoh, dan
mampu menciptakan nilai berkelanjutan,” tutup Rivan.

Seluruh rangkaian transformasi tersebut mencerminkan upaya Jasa Marga dalam
menjawab dinamika kebutuhan publik sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan.

Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan juga terus diperkuat untuk
memastikan manfaat pembangunan dan pengelolaan jalan tol dapat dirasakan secara
lebih luas.

Sebagai BUMN yang sehat, transparan, dan kompetitif di bawah koordinasi Danantara
Indonesia, Jasa Marga berkomitmen untuk terus memperkuat kontribusinya terhadap
konektivitas, kemandirian, dan pertumbuhan ekonomi nasional.(za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments