SURABAYA-kanalsembilan.com (4 Agustus 2026)
Kinerja perdagangan luar negeri Jawa Timur pada semester pertama 2026 menunjukkan penurunan ekspor di tengah meningkatnya impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, nilai ekspor Jawa Timur selama JanuariāJuni 2026 mencapai US$13,43 miliar, atau turun 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Sebaliknya, nilai impor Jawa Timur pada JanuariāJuni 2026 mencapai US$16,51 miliar, meningkat 16,04 persen dibandingkan JanuariāJuni 2025.
Pada Juni 2026, total nilai ekspor Jawa Timur tercatat sebesar US$2,52 miliar, sedangkan nilai impor mencapai US$2,81 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Jawa Timur pada Juni 2026 mengalami defisit sebesar US$0,29 miliar.
“Dilihat berdasarkan jenisnya, nilai ekspor nonmigas pada Juni 2026 mencapai US$2,51 miliar, turun 9,33 persen dibandingkan Juni 2025. Sementara itu, ekspor migas hanya sebesar US$0,01 miliar, merosot 85,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Ir. Herum Fajarwati,Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim di kantornya Senin, 3 Agustur 2026.
Di sisi impor, nilai impor nonmigas pada Juni 2026 mencapai US$2,29 miliar, meningkat 17,88 persen dibandingkan Juni 2025. Adapun impor migas tercatat sebesar US$0,52 miliar, atau naik 70,82 persen secara tahunan.
Berdasarkan kelompok komoditas, tembaga menjadi komoditas ekspor nonmigas terbesar Jawa Timur sepanjang JanuariāJuni 2026. Sementara itu, dari sisi impor, kelompok mesin dan peralatan mekanis menjadi komoditas dengan nilai impor terbesar selama periode yang sama.
Menurut Herum data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan luar negeri Jawa Timur masih didorong oleh tingginya kebutuhan bahan baku dan barang modal dari luar negeri, meski kinerja ekspor masih menghadapi tekanan dibandingkan tahun sebelumnya. (za).


