SURABAYA-kanalsembilan.com (25 Agurtus 2026)
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ponorogo menggandeng Museum & Galeri SBY-Ani untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di sektor pariwisata. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui peluncuran program EVplore yang berlangsung di Museum & Galeri SBY-Ani, Pacitan, sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih sekaligus meningkatkan pemanfaatan layanan digital PLN Mobile.
Peluncuran EVplore ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PLN UP3 Ponorogo dan Museum & Galeri SBY-Ani. Melalui program ini, PLN memberikan voucher cashback senilai Rp10 ribu untuk pembelian tiket masuk museum bagi 10 pengunjung pertama pengguna kendaraan listrik setiap hari hingga 31 Agustus 2026.
Untuk memperoleh voucher tersebut, pengunjung cukup menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kepada petugas museum. Voucher selanjutnya dapat digunakan untuk berbagai transaksi yang tersedia melalui aplikasi PLN Mobile.
Selain menghadirkan program promosi, PLN juga memperkuat dukungan terhadap ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya di kawasan wisata. Museum & Galeri SBY-Ani kini telah dilengkapi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berteknologi fast charging berkapasitas total 47 kilowatt (kW) dengan dua nozzle yang dapat digunakan secara bersamaan.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadikan Museum & Galeri SBY-Ani sebagai museum pertama di Jawa Timur yang menyediakan layanan pengisian daya kendaraan listrik bagi para pengunjung.
Direktur Administrasi dan Bisnis Museum & Galeri SBY-Ani, Nabila Amalina, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026) mengatakan kolaborasi dengan PLN sejalan dengan visi museum dalam menghadirkan ruang edukasi sejarah yang juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan prinsip keberlanjutan.
“Kolaborasi ini menjadi sinergi positif dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program EVplore, kami berharap semakin banyak masyarakat tertarik untuk berkunjung dan menikmati pengalaman wisata edukatif, sekaligus mendukung pemanfaatan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurut Nabila, keberadaan SPKLU menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, terutama saat melakukan perjalanan wisata.
“Bagi masyarakat, efisiensi biaya menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih kendaraan listrik. Kami berharap dengan semakin masifnya kehadiran SPKLU di Pacitan dapat memberikan kemudahan dan rasa aman bagi masyarakat, sehingga dapat mempercepat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” tambahnya.
Wakil Bupati Pacitan, Gagarin Sumrambah, mengapresiasi langkah PLN yang terus memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya, termasuk di kawasan destinasi wisata. Menurutnya, kehadiran SPKLU akan meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendukung percepatan transisi energi nasional.
“Kami mengapresiasi komitmen PLN yang terus memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui percepatan infrastruktur SPKLU, termasuk di kawasan destinasi wisata. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi wisatawan saat berkunjung ke Pacitan,” katanya.
Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa program EVplore merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus memperluas pemanfaatannya di sektor pariwisata.
“Melalui EVplore, kami ingin menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi dan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang nyaman dan menyenangkan. Kami berharap sinergi antara PLN, sektor pariwisata, dan pemerintah daerah dapat mempercepat transisi energi bersih di Kabupaten Pacitan,” ujar Eric.
Melalui kolaborasi ini, PLN berharap pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya memperkuat penggunaan energi ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan pengelola destinasi wisata diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pariwisata berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di Indonesia.(za).


