Reporter: Ahmad Naufal Ilham
Redaktur: Zainuddin Qodir
SURABAYA-kanalsembilan.com (5 Oktober 2026)
Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasinya yang membanggakan di panggung kompetisi nasional. Kali ini, tim riset chem-e-car pertama di Indonesia itu berhasil menyabet gelar Winner pada ajang Indonesian Chemical Reaction Car Development Challenge (ICHEDECE) Ecoday 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu (3/10) lalu.
Salah satu anggota Tim Spektronics ITS Audrey Geraldine Tridesta Pane menjelaskan bahwa mobil Spektronics 31 yang dibawa timnya kali ini mengusung inovasi rechargeable zinc manganese battery. Teknologi yang dikembangkan dari baterai bekas tipe AA dan AAA ini memiliki keunggulan penggunaan kembali lewat kemampuan rechargeable. “Inovasi ini membantu mengurangi limbah baterai yang berbahaya bagi lingkungan,” paparnya.
Audrey menjelaskan bahwa riset baterai tersebut telah dilakukan Tim Spektronics ITS sejak 2025 lalu. Lewat kegigihan dan kemampuannya, tim riset ITS ini berhasil mendapatkan formulasi yang tepat, sehingga mampu menggerakan mobil dengan konsisten dan dapat digunakan secara berulang. “Pada awal masa pengembangan, baterai masih terlalu lemah dan tidak mampu menggerakkan mobil,” akunya.
Lebih detail, mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS itu membeberkan bahwa mobil Spektronics 31 turut dilengkapi single action system untuk menjaga konsistensi dan mengurangi kesalahan manusia. Lewat fitur ini, mobil memiliki kemampuan yang memungkinkan sistem motor dan stopping di dalamnya dapat menyala secara bersamaan.
Tidak berhenti di situ, mobil Spektronics 31 juga hadir dengan membawa kemampuan meminimalkan faktor suhu. Kemampuan ini diperoleh dari lapisan aluminium di dalam mobil yang dapat memperkecil perpindahan panas dari lingkungan luar ke dalam sistem. “Dengan fitur ini, suhu mobil tetap dapat terjaga saat mobilisasi dan balapan,” tambah mahasiswa angkatan 2025 itu.
Audrey mengaku, dalam kompetisi ICHEDECE 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Kimia UNS kali ini kondisi suhu lingkungan dan angin menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan. Selain itu, ia juga menilai bahwa persaingan antartim berjalan cukup sengit. “Meski begitu, berkat strategi yang sudah dipersiapkan dengan matang, Tim Spektronics ITS tetap unggul melawan tim lain,” ungkapnya bangga.
Setelah pertandingan, Tim Spektronics ITS berharap dapat menaklukkan faktor serta tantangan krusial lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Berkat kegigihan pengembangan riset chem-e-car, Tim Spektronics ITS turut mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (humas).


