السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Sering kita dengar orang berkata:
“Hidup itu susah”
Padahal, Alloh Ta’ala tidak pernah menciptakan hidup untuk susah.
Alloh Ta’ala berfirman:
“Kami tidak menurunkan Al-Quran kepadamu agar kamu menjadi susah.”
(QS. Thaha: 2)
Hidup itu aslinya indah. Yang bikin susah adalah cara pandang kita yang keliru.
Ada 4 kacamata yang membuat hidup yang biasa-biasa saja menjadi indah luar biasa, terutama untuk kita di usia senja.
1. HIDUP INDAH KALAU DIISI SYUKUR, BUKAN MENGELUH
Coba bandingkan.
Ada dua orang, sakitnya sama-sama asam urat.
Orang pertama mengeluh:
“Ya Alloh sakit terus, buat apa hidup begini.” Maka hidupnya terasa sempit, pahit, tidak indah.
Orang kedua bersyukur: “Alhamdulillah, asam uratnya cuma di kaki, matanya masih bisa melihat masjid, telinganya masih bisa dengar adzan.”
Maka hidupnya terasa indah, lapang.
Sama-sama sakit, tapi rasanya beda.
Kuncinya: Jangan hitung berapa kali kita sakit, hitung berapa kali Alloh Ta’ala masih beri kita sehat.
Hari ini masih bisa bangun tidur sendiri, tanpa bantuan selang?
Itu indah.
Hari ini masih bisa ke masjid jalan kaki, meski pelan-pelan?
Itu indah.
Hari ini masih bisa makan nasi hangat?
Itu indah.
“Jika kamu bersyukur, pasti Aku tambah nikmatmu.”
2. HIDUP INDAH KALAU DIISI MEMBERI, BUKAN MENGEMIS
Orang yang bahagia itu bukan orang yang banyak menerima, tapi banyak memberi.
Di usia sepuh, kita merasa sudah tidak berguna. Padahal, memberi tidak harus uang.
– Senyum ke jamaah lain = sedekah, itu indah.
– Bilang “Terima kasih, Nak” ke cucu = sedekah, itu indah.
– Mendoakan tetangga yang sakit = sedekah, itu indah.
– Tidak ikut-ikutan ghibah di warung = sedekah, itu indah.
Rasululloh ﷺ bersabda:
“Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.”
Meski sudah sepuh, usahakan tetap jadi tangan di atas, meski hanya memberi doa dan senyum.
Hati akan terasa indah dan berharga.
3. HIDUP INDAH KALAU DEKAT DENGAN ALLOH TA’ALA, BUKAN DEKAT DENGAN MANUSIA
Kenapa banyak orang merasa hidupnya tidak indah?
Karena menggantungkan bahagia kepada manusia.
Gantungkan bahagia ke anak: anak sibuk, kita kecewa.
Gantungkan bahagia ke tetangga: tetangga cuek, kita sakit hati.
Tapi kalau kita gantungkan bahagia ke Alloh Ta’ala, tidak akan pernah kecewa.
Caranya gampang:
– Habis Subuh jangan langsung tidur, duduk 5 menit, istighfar 33x. Rasakan indahnya dekat dengan Alloh Ta’ala.
– Sore hari menjelang Maghrib, wudhu, gelar sajadah, meski tidak sholat, duduk saja berdzikir. Itu indah sekali.
Orang yang hatinya dekat dengan Alloh Ta’ala, di dalam kontrakan sempit pun terasa seperti di istana. Orang yang hatinya jauh dari Alloh Ta’ala, di dalam istana pun terasa seperti di penjara.
4. HIDUP INDAH KALAU INGAT: INI HANYA SEBENTAR
Hidup itu indah kalau kita sadar: ini cuma mampir sebentar.
Kita dulu bayi, lalu muda, sekarang sepuh. Cepat sekali. Besok kita pulang.
Kalau tahu ini hanya sebentar, kita tidak akan habiskan waktu untuk marah-marah, untuk dendam, untuk iri.
Kita akan habiskan waktu untuk menikmati: menikmati sholat, menikmati ngaji, menikmati cucu.
Seperti orang yang sedang piknik di taman. Taman itu indah karena kita tahu kita hanya sebentar di sana. Jadi kita nikmati.
Dunia ini taman-nya orang mukmin.
Hidup itu indah bukan karena tidak ada masalah.
Hidup itu indah karena:
1. Ada syukur di hati,
2. Ada memberi di tangan,
3. Ada Allah di dalam dada,
4. Dan ada kesadaran bahwa semua ini hanya sebentar.
Mari kita nikmati sisa umur ini dengan indah. Jangan diisi dengan mengeluh.
Semoga Alloh jadikan sisa umur kita indah di dunia, dan indah juga nanti saat bertemu dengan-Nya di surga.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Alloh, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami.
Ya Alloh, sampaikanlah shalawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
📢Jangan lupa sebarkan kebaikan dan kunjungi kanal youtube.com/@djoeprichannel
(gwa-md-mui-jatim).


