Google search engine
HomeEkbisPendapatan Usaha Tumbuh 7,9 Persen, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas dan Layanan...

Pendapatan Usaha Tumbuh 7,9 Persen, Jasa Marga Terus Perkuat Konektivitas dan Layanan Jalan Tol

JAKARTA-kanalsembilan.com (31 )otber 2026)

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) mencatatkan kinerja keuangan yang
positif hingga kuartal III 2026, didukung oleh kontribusi bisnis jalan tol dan optimalisasi operasional.
Capaian ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha
sekaligus memperkuat konektivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.

Perseroan membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp15,6 triliun, tumbuh 7,9% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan tersebut ditopang oleh Pendapatan Tol
sebesar Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8%, serta Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp1,3 triliun atau
tumbuh 21,5% secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan Usaha Lain didukung oleh tiga lini bisnis
utama Jasa Marga, yaitu pengoperasian jalan tol, preservasi jalan tol, dan bisnis prospektif.

Seiring peningkatan pendapatan tersebut, Perseroan memfokuskan strategi kuartal ketiga pada
penguatan ketahanan fundamental dan optimalisasi struktur biaya. Langkah ini ditempuh melalui
pengelolaan belanja operasional secara terukur dan disiplin.

Dari optimalisasi tersebut, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja positif dengan mencatatkan
EBITDA sebesar Rp10,5 triliun dan margin EBITDA sebesar 67,0%.

Pada periode yang sama
Perseroan membukukan Laba Bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,7
triliun, capaian kinerja positif ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam menjaga keseimbangan
antara pertumbuhan usaha, pengelolaan risiko dan penciptaan nilai jangka panjang.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa capaian tersebut
mencerminkan upaya Perseroan menjaga kinerja bisnis dan kesehatan finansial di tengah kebutuhan
pengembangan infrastruktur serta peningkatan kualitas layanan jalan tol.

“Kinerja keuangan yang sehat menjadi fondasi bagi Jasa Marga untuk menjalankan strategi bisnis
secara berkelanjutan. Kami memastikan pengelolaan operasional berjalan optimal, sekaligus menjaga
kapasitas investasi untuk mengembangkan jaringan jalan tol, meningkatkan standar layanan melalui
pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, pertumbuhan Perseroan dapat berjalan selaras dengan
penciptaan nilai bagi pengguna jalan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan.

Dari prespektif kinerja operasional, volume transaksi kendaraan di jalan tol Jasa Marga mencapai lebih
dari 981 juta kendaraan hingga kuartal III 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekitar 3,6
juta kendaraan per hari.

Capaian ini mempertegas status Jasa Marga sebagai market leader jalan tol
di Indonesia dengan mengoperasikan 1.294 KM jalan tol dari total konsesi sepanjang 1.736 KM atau
setara dengan 42% dari total panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia.

Pengembangan jaringan terus dilakukan untuk memperluas akses dan meningkatkan keterhubungan
antarwilayah serta untuk membuka simpul-simpul ekonomi baru.

Memasuki Oktober 2026, Jalan Tol
Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi Segmen Gending–Paiton sepanjang 24 KM telah dioperasikan
dengan tarif yang menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat konektivitas di wilayah Jawa
Timur.

Dengan beroperasinya ruas jalan tol tersebut, hingga saat ini jumlah jalan tol beroperasi Jasa
Marga mencapai 1.318 KM. Di saat bersamaan, Perseroan terus mempercepat penyelesaian
pembangunan proyek-proyek strategis, meliputi Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses
Patimban, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, serta Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo.

“Bagi Jasa Marga, Pembangunan infrastruktur jalan tol tidak hanya berorientasi pada penambahan
jaringan, tetapi juga pada penciptaan konektivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat dan
perekonomian.

Keterhubungan antarwilayah ini mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan
distribusi barang, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui,” jelas
Rivan.

Menjawab tantangan tersebut, Jasa Marga terus mentransformasi perannya dari penyedia infrastruktur
menjadi pengelola ekosistem layanan jalan tol yang terintegrasi.

Transformasi ini diwujudkan melalui
tiga pilar layanan, yaitu pilar Protect the Journey melalui pemeliharaan dan preservasi infrastruktur
berbasis teknologi dengan pemanfaatan armada inspeksi Hawkeye 2000, sistem pelaporan digital
Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System (TROOPS), serta integrasi preservasi
melalui Jasamarga Integrated Maintenance Management System (JIMMS).

Pilar Support the Journey
menghadirkan kenyamanan perjalanan melalui rejuvenasi Travoy Rest yang nyaman dan ramah
pengguna; sementara pilar Inform the Journey berfokus pada penyediaan informasi dan pengendalian
lalu lintas jalan tol secara terpusat, melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang
disampaikan kepada pelanggan melalui Call Center 133 dan Aplikasi Travoy yang dapat diunduh
melalui Apps Store dan Google Play Store.

Selain peningkatan kualitas layanan, Jasa Marga turut mendukung kebijakan pemerintah menuju Zero
Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027.

Sebagai upaya menjaga keselamatan perjalanan
dan keandalan infrastruktur, Perseroan menyediakan fasilitas Weigh In Motion (WIM) untuk mendeteksi
beban kendaraan angkutan barang berbasis teknologi.

Integrasi data WIM dengan sistem Bukti Lulus
Uji Elektronik (BLUe) Kementerian Perhubungan, serta Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)
Korlantas Polri mendukung proses pengawasan dan penindakan sesuai kewenangan.

Menatap agenda akhir tahun, Perseroan memastikan kesiapan operasional dan pemenuhan Standar
Pelayanan Minimal (SPM), termasuk dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur
Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Upaya ini dilakukan melalui pemeliharaan infrastruktur, pemantauan
kondisi lalu lintas, kesiapan petugas, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait untuk
mendukung perjalanan yang lancar, aman, dan nyaman.

“Dengan margin EBITDA yang solid, manajemen liabilitas yang pruden, serta keandalan volume lalu
lintas harian sebagai sumber arus kas utama, Perseroan berada dalam lintasan pertumbuhan yang
tepat untuk menutup tahun 2026 dengan hasil terbaik.

Jasa Marga berkomitmen memastikan
pengelolaan operasional berjalan optimal dengan terus berinovasi, menjaga kualitas layanan,
memperkuat tata kelola perusahaan, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh
investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan di setiap kilometer perjalanan yang kami layani,” tutup
Rivan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments