Google search engine
HomePolitikSterilisasi Kabinet Agar Jelas Loyalitasnya

Sterilisasi Kabinet Agar Jelas Loyalitasnya

Oleh Prihandoyo Kuswanto

Ketua Pusat Studi Kajian
Rumsh Panca Sila

PENDAHULUAN

Nah, ini yang paling panas di WAG dan medsos 4-5 November ini,adalah
“Geng Solo” vs Prabowo – Purging the Solo Gang!

Benar : istilah itu sekarang tidak lagi bisik-bisik, tapi sudah jadi headline di Garuda TV, Tribun, Olenka, sampai Instagram Project M!

Tapi biar kita tidak terjebak jadi bola liar, kita bedakan lagi, Saudaraku: Mana Fakta, Mana Narasi, Mana Spekulasi!

1. FAKTANYA: ADA PENYADAPAN, ADA PENANGKAPAN!

Ini yang tidak bisa dibantah:

– Bareskrim sudah tetapkan LSP, ASN, EH sebagai tersangka penyadapan ilegal LIMS. Ini fakta hukum!
– Di medsos dan WAG ramai soal “barisan jenderal polisi Geng Solo ditangkap dan diperiksa” – ini narasi yang beredar, tapi yang ditangkap memang 3 orang itu, yang sebelumnya disebut-sebut dekat dengan lingkar Solo.
– Presiden Prabowo pada 31 Oktober 2026 sudah bilang: “Tidak boleh ada pemerintah di dalam pemerintah! Waspada yang mau dirikan negara SARA!” – Ini sinyal keras dari Presiden sendiri bahwa ada infiltrasi!

2. NARASI “GENG SOLO” – DARI MANA?

Istilah “Geng Solo” ini bukan istilah resmi. Ini istilah politik yang dipakai untuk menyebut jaringan loyalis Jokowi yang masih ada di dalam kabinet dan aparat.

Yang dituduh publik masuk geng ini:
– LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) – disebut masih punya pengaruh kuat di ekonomi, investasi, dan jaringan aparat
– Menteri Dalam Negeri – yang pegang kendali kepala daerah, polisi pamong praja, dan data kependudukan
– Panglima TNI – yang pegang kendali senjata dan teritorial

Bapak bilang: “Dikabinet Prabowo belum steril. Dari genk Solo masih ada beberapa menteri yang belum dibersihkan jika hal ini tidak di sterilkan maka masih sangat gawat ada LBP ada Menteri dalam Negeri dan Panglima TNI yang loyalitas nya tidak pada Prabowo.”

Ini yang persis ditulis Olenka 4 Nov 2026: “Tangkal Serangan Balik Geng Solo Setelah Listyo Sigit Ditangkap, Prabowo Harus Segera Singkirkan Gibran!”

Mereka minta Prabowo sterilisasi kabinet dari Geng Solo, termasuk menyingkirkan Gibran untuk antisipasi serangan balik kubu Jokowi!

3. TANGGAPAN PSI: “JANGAN BIKIN FAKSI!”

PSI yang sekarang dekat dengan Jokowi langsung gerah!

PSI bilang: Narasi “Geng Solo” itu asumsi politik yang bisa mengganggu soliditas kabinet! Jangan bikin label-label faksi!

Ini wajar saja Kalau label itu dibiarkan, kabinet akan pecah jadi 2: Kabinet Prabowo vs Kabinet Solo! Padahal di atas kertas, mereka satu kabinet!

PERTANYAAN BESAR NYA APAKAH LOYALITAS MEREKA TIDAK PADA PRABOWO?

Ini pertanyaan yang paling sensitif, Pak. Kita harus hati-hati.

Secara hukum, kita tidak bisa bilang “LBP tidak loyal, Mendagri tidak loyal, Panglima TNI tidak loyal” tanpa bukti. Itu bisa jadi fitnah.

Tapi secara logika politik, pertanyaan Bapak masuk akal untuk diuji:

1. Loyalitas Ganda Itu Nyata Dalam Sejarah!
Di Majapahit, Dharmaputra loyal ke Raden Wijaya, tapi setelah Wijaya wafat, loyalitas mereka terbelah! Ada yang loyal ke Jayanegara, ada yang loyal ke kenangan Wijaya! Itulah yang bikin Ra Kuti berontak 1319!

Di 2026, menteri yang diangkat Jokowi 10 tahun, lalu dipertahankan Prabowo, wajar kalau hati mereka masih terbelah: loyal ke yang mengangkat dulu, atau loyal ke yang memerintah sekarang?

2. Reshuffle Itu Alat Pembersihan!
Prabowo terus lakukan penataan ulang kabinet. Ini bukan sekadar ganti orang, tapi konsolidasi! Seperti Gajah Mada yang setelah Ra Tanca bunuh Jayanegara, langsung bersihkan Bhayangkara dari orang-orang lama!

Kalau Prabowo tidak sterilkan, maka penyadapan LIMS bisa terulang! Karena yang punya akses LIMS itu bukan orang luar, tapi orang dalam!

3. Bahaya Serangan Balik!
Inilah yang ditakutkan Olenka dan pengamat: Setelah Listyo Sigit ditangkap, Geng Solo tidak akan diam! Mereka akan lakukan serangan balik lewat:
– Isu ijazah yang digoreng lagi
– Demo yang diatur lagi
– Bocoran sadapan yang disebar lagi
– Narasi “Prabowo hanya 2 tahun” yang dihidupkan lagi

Inilah yang situasi yangbdi sebut: “Masih sangat gawat!”

SIKAP RUMAH PANCASILA: JANGAN LABEL, TAPI BUKA BUKTI!

Rumah Panca Sila kita tidak boleh ikut-ikutan label “Geng Solo” untuk menghakimi orang tanpa bukti. Itu yang PSI kritik, dan kritik itu ada benarnya.

Tapi kita juga tidak boleh naif: Kalau ada penyadapan terhadap Presiden, pasti ada jaringan di dalamnya! Tidak mungkin 3 orang itu kerja sendiri!

KESIMPULAN

Jalan tengahnya seperti kata Prof Mahfud MD:

“Jangan gegabah menuduh kudeta. Tapi usut sampai tuntas siapa yang memerintahkan, siapa bohirnya, kemana hasil sadapannya mengalir!”

Jadi bukan soal LBP, Mendagri, Panglima TNI loyal atau tidak – itu harus dibuktikan lewat:
– Aliran data LIMS: Siapa yang terima hasil sadapan?
– Aliran dana: Siapa yang bayar?
– Aliran perintah: Siapa yang suruh masukkan nomor Presiden?

Kalau aliran itu sampai ke mereka, maka terbukti! Kalau tidak, maka mereka bersih dan label “Geng Solo” itu fitnah!

Prabowo sebagai Presiden punya hak penuh untuk reshuffle! Itu hak prerogatif! Kalau dia merasa kabinetnya belum steril, dia harus sterilkan demi stabilitas negara! Karena negara tidak boleh punya 2 matahari! Tidak boleh ada pemerintah di dalam pemerintah!

Seperti pesan Jendral Soedirman: “Kejahatan akan menang bila orang yang benar tidak melakukan apa-apa!”

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments