Google search engine
HomeAgamaAkibat Perbuatan Jatim

Akibat Perbuatan Jatim

Secara bahasa, zalim atau azh-zhulmu (الظُّلْمُ) artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Sedangkan zalim secara istilah artinya melakukan sesuatu yang keluar dari koridor kebenaran, baik karena kurang atau melebih batas.

Al-Asfahani rahimahullah berkata: “Zalim adalah meletakkan sesuatu bukan pada posisinya yang tepat baginya, baik karena kurang maupun karena adanya tambahan, baik karena tidak sesuai dari segi waktunya ataupun dari segi tempatnya.” (Mufradat Allafzhil Qur’an Al-Asfahani 537)

Perbuatan zalim terlarang dalam Islam. Terdapat banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi ﷺ yang mencela dan melarang perbuatan zalim. Allah ﷻ berfirman:

وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

“Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS. Hud: 102)

 

Perbuatan zalim menyebabkan pelakunya mendapat keburukan di dunia dan di akhirat, di antaranya:

1. Akan di-qishash pada hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Rasulullah ﷺ pernah bertanya:

أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?” Para sahabat menjawab, “Muflis itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

Tetapi Nabi ﷺ bersabda, “Muflis dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim 2581)

2. Mendapatkan laknat dari Allah

Laknat dari Allah artinya dijauhkan dari rahmat Allah. Allah ﷻ berfirman:

يَوْمَ لا يَنفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

“(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.” (QS. Ghafir: 52)

3. Mendapatkan kegelapan di hari kiamat

Rasulullah ﷺ bersabda:

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari 2447 dan Muslim 2578)

4. Terancam oleh doa orang yang dizalimi

Doa orang yang terzalimi dikabulkan oleh Allah ﷻ, termasuk jika orang yang terzalimi mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. Rasulullah ﷺ bersabda:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah.” (HR. Bukhari 1496 dan Muslim 19)

5. Jauh dari hidayah Allah

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 51)

6. Dijauhkan dari Al-Falah

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan mendapatkan al-falah.” (QS. Al-An’am: 21)

Al-Falah artinya mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

7. Kezaliman adalah sebab bencana dan petaka

Allah ﷻ berfirman:

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

“Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan karena (penduduknya) dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) negeri itu runtuh menutupi atap-atapnya dan (betapa banyak pula) sumur yang ditelantarkan dan istana tinggi (yang ditinggalkan).” (QS. Al-Hajj: 45)

 

Semoga Allah menjauhkan kita dari berbuat zalim atau dizalimi orang lain.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aku tersesat atau aku menyesatkan, aku tergelincir atau aku digelincirkan, aku menzalimi atau aku dizalimi, dan berbuat bodoh atau dibodohi.” (HR. Abu Dawud 5094, An-Nasa’i 5486 dan Ibnu Majah 3884, shahih)

(gwa-swhs-ayat).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments