TAFSIR IBNU KATSIR
📖 QS. An-Nūr (24): 43–44
🌧⚡ “Awan, Hujan, Es, Kilat, dan Pergantian Waktu: Pelajaran bagi Orang yang Mau Melihat”
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Sahabat yang dirahmati Allah,
hari ini Al-Qur’an mengajak kita membaca langit.
Karena di atas kepala kita, Allah sedang “menyampaikan pelajaran” melalui awan, hujan, kilat, siang, dan malam, tanda-tanda kekuasaan yang kita lihat setiap hari, tapi sering kita lewati tanpa makna.
1️⃣ TEKS ARAB
QS. An-Nūr: 43
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ
“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan bagian-bagiannya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya. Dan Dia menurunkan dari langit butiran-butiran es, dari (gumpalan awan seperti) gunung-gunung yang di dalamnya ada es. Lalu Dia menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”
QS. An-Nūr: 44
يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِأُولِي الْأَبْصَارِ
“Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.”
2️⃣ TERJEMAH PER-KATA
Ayat 43
أَلَمْ تَرَ = tidakkah engkau melihat
أَنَّ اللَّهَ = bahwa Allah
يُزْجِي سَحَابًا = mengarak/menggiring awan
ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ = lalu menyatukan (bagian-bagiannya)
ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا = lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk
فَتَرَى الْوَدْقَ = maka engkau lihat hujan
يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ = keluar dari celah-celahnya
وَيُنَزِّلُ = dan Dia menurunkan
مِنَ السَّمَاءِ = dari langit
مِنْ جِبَالٍ = dari gunung-gunung
فِيهَا مِنْ بَرَدٍ = yang di dalamnya ada butiran es
فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ = lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki
وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ = dan memalingkannya dari siapa yang Dia kehendaki
يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ = hampir saja kilauan kilatnya
يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ = menghilangkan penglihatan
Ayat 44
يُقَلِّبُ اللَّهُ = Allah membolak-balikkan/mempergantikan
اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ = malam dan siang
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ = sungguh pada yang demikian itu
لَعِبْرَةً = ada pelajaran besar
لِأُولِي الْأَبْصَارِ = bagi orang yang mempunyai penglihatan (mata hati/akal)
3️⃣ PENJELASAN TAFSIR IBNU KATSIR
Sahabat semua, Imam Ibnu Katsir menjelaskan: Allah sedang memaparkan “mekanisme langit” agar manusia sadar bahwa hidup tidak berjalan sendiri.
(a) Awan digiring dan dibentuk bertahap, bukan tiba-tiba
Allah Ta’ala menerangkan bahwa awan itu digiring, lalu dikumpulkan, lalu ditumpuk bertindih-tindih, barulah hujan turun dari celah-celahnya.
Ibnu Katsir menukil keterangan dari para ulama (di antaranya dari Ibnu ‘Abbās dan Ad-Ḍaḥḥāk) bahwa Allah mengatur proses ini dengan jenis-jenis angin:
• Angin musīrah: angin yang menggerakkan awan
• Angin nasyi’ah: angin yang membentuk/menumbuhkan awan
• Angin mu’allifah: angin yang menghimpun dan menyatukan awan yang terpencar
• Angin lawāqiḥ: angin yang “membuahi” awan sehingga awan siap menurunkan hujan
Intinya: langit bekerja dengan aturan Allah, tahap demi tahap.
(b) “Al-wadaq” artinya hujan
Pada frasa الْوَدْقَ, Ibnu Katsir menegaskan: al-wadaq adalah hujan air yang keluar dari celah tumpukan awan yang Allah jadikan “rukāman” (bertumpuk-tumpuk).
(c) Turunnya es dari “gunung-gunung di langit”
Ayat menyebut es turun dari langit “dari gunung-gunung yang di dalamnya ada es”.
Ibnu Katsir menyampaikan penjelasan ulama:
• Ini bisa dipahami sebagai awan-awan besar yang menjulang seperti gunung, mengandung es.
• Ada juga pembahasan ahli bahasa/nahwu tentang beberapa kata مِنْ (min) dalam ayat tersebut (fungsi permulaan, sebagian, dan penjelasan jenis).
Namun kesimpulannya satu: es itu diturunkan dari langit sesuai ketentuan Allah.
(d) Es bisa mengenai siapa saja dan bisa dipalingkan
Allah berfirman: es itu mengenai siapa yang Dia kehendaki, dan dipalingkan dari siapa yang Dia kehendaki.
Ibnu Katsir menjelaskan: es bisa menjadi rahmat dan bisa menjadi azab.
Kadang bermanfaat, kadang merusak buah-buahan, tanaman, dan pepohonan.
Jadi satu fenomena yang sama, di tangan Allah, bisa menjadi nikmat bagi satu tempat, dan ujian bagi tempat lain.
(e) Kilat yang menyilaukan
Ibnu Katsir menerangkan: kilauan kilat itu begitu kuat sampai hampir menghilangkan penglihatan, terutama bila mata terus memandangnya.
Ini peringatan bahwa di balik keindahan langit, ada kekuatan Allah yang membuat manusia kecil.
(f) Pergantian siang dan malam: ukuran yang sangat presisi
Ayat 44 menutup dengan tanda yang paling dekat dengan hidup manusia: siang dan malam.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah mempergantikan keduanya:
• kadang siang dipanjangkan dan malam dipendekkan
• kadang malam dipanjangkan dan siang dipendekkan
Semua terjadi dengan perintah, kekuasaan, keagungan, dan ilmu Allah.
(g) Pelajaran ini hanya ditangkap “orang yang punya penglihatan”
Allah menutup: pada semua itu ada pelajaran bagi أُولِي الْأَبْصَارِ.
Maksudnya bukan sekadar mata kepala, tetapi mata hati yang mau merenung.
Ibnu Katsir menguatkan makna ini dengan ayat lain:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
(Ali ‘Imrān: 190)
Bahwa penciptaan langit-bumi dan pergantian malam-siang adalah ayat bagi orang yang berakal.
✅ Kesimpulan Ibnu Katsir:
Alam semesta berjalan dengan aturan Allah, penuh ketertiban dan ketaatan.
Yang sering tidak selaras justru manusia.
4️⃣ HIKMAH AYAT
1. Hidup tidak acak, sebagaimana hujan tidak turun tiba-tiba.
2. Satu peristiwa bisa jadi rahmat atau ujian tergantung kehendak Allah.
3. Waktu adalah ayat siang malam mengajari disiplin dan kesadaran umur.
4. Jangan hanya jadi “penonton langit” jadilah pembaca tanda-tanda Allah.
5. Takut yang menyehatkan kilat mengingatkan: Allah Mahakuasa, manusia lemah.
6️⃣ AJAKAN YANG MENGGERAKKAN
Mari biasakan setiap hari punya “momen membaca ayat”:
🌧 saat hujan turun → ingat rahmat
⚡ saat kilat menyambar → ingat kekuasaan
🌅 saat pagi datang → ingat kesempatan
🌙 saat malam tiba → ingat kepulangan
Semoga Allah menjadikan kita termasuk أُولِي الْأَبْصَارِ
yang melihat dengan mata hati.
🎯 Sukseskan Gerakan Sholat Berjamaah di Masjid:
1. Takbiratul Ihram bersama imam minimal tidak masbuq.
2. “Rebutlah” shaf pertama dalam sholat berjamaah.
وَاللّٰهُ يَقُوْلُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ
Wa-Allāhu yaqūlu al-ḥaqqa wa huwa yahdī as-sabīl
Dan Allah mengatakan yang benar, dan Dia menunjukkan jalan yang lurus. (QS. Al-Aḥzāb/33: 4)
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
📝 Disusun oleh:
Alfaqir ilallah Mangesti Waluyo Sedjati
(Ketua KBIHU Baitul Izzah Sidoarjo, Hp/WA: 0811.254.005)
📚 Referensi:
Tafsir Ibnu Katsir, Juz 18,
Oleh: Al-Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi ; Penerjemah Bahrun Abu Bakar, Lc, Penerbit SinarvBaru Algensindo Bandung, Cetakan ketiga 2015.
Untuk terus dapat mengikuti materi-2 berikutnya, Gabung dan Klik link: https://chat.whatsapp.com/FHPkTNdtJ40FqRPFTMrpqw


