Google search engine
HomeAgamaMengukur Keikhlasan

Mengukur Keikhlasan

MUTIARA SUBUH

Oleh: KH Ahmad Zainuri, KBIHU Al-Wahyu, Rewwin, Sidoarjo.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mengukur keikhlasan dalam beribadah dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:
🔹 Niat
Pastikan niat kita untuk beribadah adalah karena Alloh Ta’ala, bukan karena ingin dipuji atau dihormati oleh orang lain.

🔹 Konsistensi
Periksa apakah kita konsisten dalam beribadah, atau hanya melakukan ibadah ketika ada orang lain yang melihat.

🔹 Kualitas Ibadah
Periksa kualitas ibadah kita, apakah kita melakukan ibadah dengan penuh perhatian dan khusyuk, atau hanya melakukan ibadah secara rutin tanpa memperhatikan kualitasnya.

🔹 Reaksi terhadap Pujian atau Kritik
Periksa bagaimana kita bereaksi ketika orang lain memuji atau mengkritik ibadah kita.
Jika kita merasa bangga atau tersinggung, maka itu dapat menunjukkan bahwa kita belum memiliki keikhlasan yang sempurna.

🔹 Perasaan Lega atau Bahagia
Periksa apakah kita merasa lega atau bahagia setelah melakukan ibadah.
Jika kita merasa lega atau bahagia karena telah melakukan ibadah yang ikhlas, maka itu dapat menunjukkan bahwa kita telah memiliki keikhlasan yang sempurna.

🔹 Tidak Mengharapkan Imbalan
Periksa apakah kita mengharapkan imbalan atau balasan dari ibadah kita. Jika kita tidak mengharapkan imbalan atau balasan, maka itu dapat menunjukkan bahwa kita telah memiliki keikhlasan yang sempurna.

Dengan memperhatikan faktor² di atas, kita dapat mengetahui seberapa ikhlas kita dalam beribadah.

Namun, perlu diingat bahwa keikhlasan adalah sesuatu yang sangat subjektif dan hanya dapat dinilai oleh Alloh Ta’ala.

Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad

Wallahu A’lam Bisshawab.

Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).

Ya Alloh, aku memohon kekuatan dari-Mu karena kelemahan kami, kekayaan dari-Mu karena kefakiran dan kepapaan kami, dan kearifan dan ilmu dari-Mu karena kejahilan kami.

Ya Alloh, sampaikanlah shalawat kepada Rasululloh ﷺ dan keluarganya dan bantulah kami supaya dapat bersyukur dan berzikir pada-Mu, dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi.

Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin Aamiin Aamiin YRA

Selamat beraktivitas pagi hari ini
Semoga hari ini lebih baik dan lebih sukses dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dan lebih sukses dari hari ini jangan lupa tersenyum dan bahagia bersama keluarga salam silaturahmi dan sehat selalu bersama keluarga tercinta.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments