السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Sejenak Pagi
Rasa sedih pagi ini kita sangat terasa dengan perginya bulan Romadhon. Begitu pula rasa bahagia itu hadir karena Alloh Ta’ala masih memberikan kita umur panjang sehingga mampu menyelesaikan ibadah selama Romadhon hingga menjumpai malam lailatul qadr.
Hadirnya bulan Syawal kali ini tentunya menjadi sebuah renungan bagi kita agar semangat ibadah Romadhon tidak hilang.
Suasana kebatinan setiap kali Syawal hadir adalah kegembiraan, kebersamaan, kekeluargaan dan kepedulian.
Empat hal itu menyatu menjadi pelajaran kehidupan sosial yang secara otomatis hadir saat Romadhon meninggalkan kita semua.
Sebab Idul Fitri kali ini menjadi identitas kemenangan umat Islam setelah berhasil lulus dari ujian pengekangan hawa nafsu.
Maka wajar sekali jika umat Islam merasa bergembira. Setelah itu, umat Islam menjalin kebersamaan dalam suasana kefitrian atau kesucian diri dan kemudian berkumpul bersama keluarga. Di situlah lahir suasana kekeluargaan yang sangat akrab. Berdasar pada pola semangat beridul fitri juga lahir jiwa kepedulian karena sebelumnya umat Islam diwajibkan menunaikan zakat fitrah—sebagai amalan kepedulian sosial.
Alloh Ta’ala telah memberikan peringatan yang cukup tegas dalam Surat al-Hujurat ayat 10, sebagai berikut:
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Alloh, supaya kamu mendapat rahmat”
Untuk dapat meraih persaudaraan dan perdamaian, dibutuhkan jiwa takwa. Melatih takwa selama bulan Romadhon kemarin seakan sangat mudah. Dan hari ini tugas kita ditinggal Romadhon adalah dengan tetap mempertahankan pola hidup penuh takwa itu.
Dalam kitab Taisirul Khallaq fi Ilmil Akhlaq disebutkan ada empat hal yang dapat menjadikan landasan hidup takwa: menjadi hamba Alloh Ta’ala yang tidak sombong, menetapkan ihsan dalam kehidupan, mengingat kematian dan selalu beramal baik.
Maka bagi orang yang bertakwa sangat mudah baginya berbagi kasih sayang dan menebar rasa persaudaraan. Buah dari takwa, di dunia akan menjadi hamba Alloh Ta’ala yang menerima ketetapan Alloh Ta’ala, selalu mengingat Alloh Ta’ala, berjiwa baik dan berusaha memanusiakan manusia dengan kasih sayang. Sebab takwa yang dimilikinya akan mudah mendorong memuliakan anak kecil dan menghormati orang dewasa.
Bekal takwa juga ikut mengetahui posisinya sebagai orang yang berakal (‘aqil) yang harus mengedepankan kebaikan dan kebijaksanaan. Sedangkan buah dari takwa di akhirat kelak akan selamat dari siksa api neraka dan bahagia hidup di surga dengan penuh kemuliaan, sebagaimana firman Alloh Ta’ala dalam Surat An Nahl ayat 128:
“Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”
(QS an-Nahl: 128)
Selamat Hari Idul Fitri 1446 H
من العائدين و الفائزين
Mohon ma’af lahir batin.
تقبّل الله صيامنا و عباداتنا و منكم تقبّل يا كريم.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Wallahu A’lam Bisshawab.
Ya Alloh berikanlah padaku pada setiap hari Senin dua kenikmatan, yaitu keberuntungan pada awalnya dengan ketaatan kepada-Mu dan kenikmatan di akhirnya dengan ampunan-Mu, wahai yang Dia adalah Tuhan, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Dia.
Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang.
Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Robbana Taqobbal Minna
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.
📢Jangan lupa sebarkan kebaikan dan kunjungi kanal youtube.com/@djoeprichannel
(gwa-md-mui-jatim).


