Google search engine
HomeTausiyahIbadah Seakan-Akan Jadi Musiman Saja

Ibadah Seakan-Akan Jadi Musiman Saja

Sering kita perhatikan sebagian orang hanya rajin ibadah saja di bulan Ramadhan, namun di bulan lainnya kita saksikan mereka malah kosong dari amalan.

Ibadah seakan-akan jadi musiman saja.

Tempat sujud hanya disentuh di saat bulan suci saja.

Mungkena pun barangkali baru dibersihkan ketika memasuki bulan Ramadhan karena baru dipakai ketika itu.

Sayang sekali jika ibadah jadi seperti ini.

Seharusnya amal seorang mukmin barulah berakhir ketika ajal datang menjemput.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan,

”Sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematiannya.”

Lalu Al Hasan membaca firman Allah,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99). (Lihat Lathoif Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali)

Ibnu ’Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa maksud ”al yaqin” dalam ayat tersebut adalah kematian.

Kematian disebut al yaqin karena kematian itu sesuatu yang diyakini pasti terjadi.

Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ulama lainnya mengatakan,

“Sembahlah Allah bukan pada waktu tertentu saja”.

Jika memang maksudnya adalah demikian tentu orang yang melakukan ibadah sekali saja, maka ia sudah disebut orang yang taat. Namun Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sembahlah Allah sampai datang ajal”.

Ini menunjukkan bahwa ibadah itu diperintahkan selamanya sepanjang hayat. (Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, Al Maktab Al Islami, 4/423)

source/mahasiswasalaf/rumaysho

#maknasalaf™
——
‎بارك الله فيك

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments