Ustadz Abu abd Rahman bin Muhammad Suud al Atsary hafidzahullah.
Allah subhanahu wa taala berfirman,
إن الله إشترى من المؤمنين أنفسهم و أموالهم بأن لهم الجنة.
sesungguhnya Allah telah membeli dari orang orang yang beriman, diri mereka dan harta mereka dengan harga surga.
Qs at Taubah ayat 111.
Wahai orang orang yang berkeinginan untuk membebaskan dirinya dari neraka kemudian dirinya sendiri yang menghalanginya dari Rahmat Allah dengan terus terusan melakukan dosa dosa besar dan bermaksiat.
Demi Allah, engkau tidak sayang terhadap dirimu sendiri.
Ketahuilah, tidak ada yang menempuh jalan itu, kecuali dirimu sendiri, engkau celakakan dirimu dengan terjerumus kedalam maksiat,
Lalu saat engkau terhalang dari Rahmat Allah, engkau berkata, mengapa begini, katakan, itu akibat dari perbuatanmu sendiri !!!.
Jika engkau berharap pembebasan dirimu dari api neraka, seharusnya engkau membeli dirimu dari Allah (kemurkaan Nya).
Barang siapa mencintai dirinya, maka akan mudah baginya untuk berkorban (dengan kesungguhan) membebaskan nya dari neraka.
Beberapa kaum salaf berusaha membeli dirinya (dari kemurkaan Allah).
Mereka bersedekah setiap kali dengan berat timbangan tubuhnya.
Di sebutkan Amr bin Abdullah bin Zubair, bersedekah dengan harga diat * (seratus unta) sebanyak empat kali,
Habib al ajami bersedekah dengan 40.000 dirham,
Abu Hurairah bersedekah dengan bertasbih (istighfar) sebanyak 12.000 kali, yang dengannya ia berharap ampunan.
Di sebutkan:
Dengan darah para pecinta menjual cinta nya#.
Maka, siapa yang berani menawar harganya
Barang siapa mengetahui kadar harga apa yang ia cari (ampunan Allah), tentunya akan ringan segala apa yang di perjuangkan untuk mendapatkan nya.
Celaka seorang yang tidak sadar bahwa penyesalan dapat menebus dosa, dan harga dirinya adalah pertaubatan dan kesedihan.
Dalam musim ini, harga (ampunan) di turunkan, maka barang siapa yang mampu menjaga lisan, pendengaran dan penglihatan akan di ampuni.
Ulurkan tanganmu (dalam doa) sebagai ungkapan permintaan ampunan, berdirilah di depan pintu Nya dengan rasa hina dan tunduk, serta torehkan kisah penyesalan dan derai air mata yang deras di pipimu.
ربنا ظلمنا أنفسنا و إن لم تغفر لنا و ترحمنا لنكونن من الخاسرين.
Wahai Rabb kami, kami telah menzalimi diri diri kami, maka jika sekiranya Engkau tidak mengampuni kami, tentunya kami termasuk orang orang yang dan dapatkan kerugian.
Qs Al a’raf ayat 23.
Di riwayatkan dari Yahya bin Mu’adz, seorang budak tentu takut untuk menyalahi tuannya, ia tidak akan menjauh dari pintu Nya dalam keadaan apapun, karena ia mengetahui bahwa kemuliaan budak di bawah naungan majikannya.
Kitab Lathaifu Ma’arif hal 599.
Oleh yang butuh dan mengharapkan ampunan Rabb nya.
___ Group Kajian Pencari Ilmu Syari


