MOJOKERTO-kanalsembilan.com
Ini adalah pengalaman Gus Choi pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII Jatim dalam mengikuti acara Silatnas di Ponpes eLKIsim Pungging, Mojokerto, seperti yang diceritakan Gus Choi dalam Grub WA pengurus DDII Jatim, periode 2023-2028.
Kalau kalian berfikir ini silatnas keluarga besar wali murid dan alumni elkisi. Salah besar.
Ini silatnas para aktifis dakwah di Jawa Timur. Yang sudah diadakan ke 12x nya.
Jumat kemarin saya tanya kyai. “Yang datang kira2 3000 tadz?” “Yo, ndaklah. hari ini yg sudah konfirmasi datang sdh 4000 lebih”, jawab kyai Fathur Rohman
Malam, setelah rapat dewan dakwah. Saya dapat stiker VIP biar bisa parkir depan pondok. Karena tahun kemarin, lumayan ngos2an. Dapat parkir paling jauh.
Diingatkan saat itu sama Cak Akbar. “Masio nggawe stiker vvip. Kalo datang di atas jam 8. Gak bakalan bisa parkir depan pondok” kata Cak Akbar.
Sabtu malam. Di grup wa. Saya baca sudah ada beberapa undangan yg naik motor dari kota lain. Sedang berhujan hujan menuju lokasi acara.
Dan bener. Seperti tahun kemarin Saya datang jam 9.30. Stiker tidak berlaku. Saya dapat parkir di lahan bekas kebon yg kering. Jauh dari pondok.
Kiri kanan jalan menuju pondok. Sudah dipenuhi lapak lapak milik warga. Dan undangan masih mengalir. “Wah, ini berkah buat warga”, pikirku. Sambil mampir beli arumanis. Kesukaan saya waktu kecil.
Saat masuk pondok. Pak kyai sedang kasih sambutan. Saya cuman dengar. – Infaq yg terkumpul hari ini semua untuk warga gaza. Dan tiap bulan, kasih 600 paket sembako buat beberapa desa sekitar pondok.
Karena saya sibuk cari tempat yg Pewe.
Di kursi undangan sudah full.
Pingin di kamar asyari sudah full keluarga walimurid.
Di masjid lantai atas, full undangan.
Akhirnya, dapat tempat di lantai 1. Yang sudah full dengan wali murid dan keluarga. Nyelempit dekat mimbar, tapi masih nyaman buat ngumpul sekeluarga.
Ini sih bukan 4000 lebih tapi 8000 orang yang hadir. Sepanjang perjalanan dari parkir sampai masjid. Saya lihat teman2 jamaah masjid di sekitar perumahan. Ada juga Rombongan emak2 dengan seragam pengajiannya. Imi sih yg datang bukan hanya dari MU, dan DDII saja. Tapi juga banyak dari kalangan NU.
Ini bener-bener silatnas. Bukan silat mas.


