SURABAYA-kanalsembilan.com (25 Oktober 2025)
Malam yang dulu gelap kini berubah terang di pelosok Sumenep. Lampu-lampu menyala di rumah warga, menggantikan redupnya pelita minyak yang selama ini menemani malam mereka.
Anak-anak kini bisa belajar lebih lama, dan para ibu tak lagi khawatir saat menanak nasi di tengah gelap. Semua berawal dari satu hal sederhana namun bermakna besar: listrik dari PLN akhirnya hadir di desa mereka.
Kisah serupa kini menyebar di banyak penjuru Jawa Timur. Melalui program Listrik Desa (Lisdes), PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperluas akses listrik hingga ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) — menghadirkan bukan hanya cahaya, tapi juga kehidupan dan harapan baru.
💡 Mewujudkan Energi untuk Semua
Hingga Agustus 2025, rasio elektrifikasi Jawa Timur telah mencapai 99,68%, sementara rasio desa berlistrik mencapai 99,96% atau sebanyak 8.494 desa. Namun, bagi PLN, capaian ini bukanlah akhir perjuangan.
Lima kabupaten — Jember, Probolinggo, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep — kini menjadi fokus elektrifikasi lanjutan.
“Roadmap Lisdes kami dirancang untuk menjangkau daerah yang belum berlistrik, termasuk wilayah kepulauan. Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk mempercepat elektrifikasi di wilayah 3T,” ujar Ahmad Mustaqir, General Manager PLN UID Jawa Timur.
Dalam roadmap 2025–2027, PLN menargetkan pembangunan 494 cluster baru dengan potensi 36.879 pelanggan, membangun 369,93 km JTM, 633,97 km JTR, dan trafo distribusi berkapasitas 36,1 MVA.
Selain itu, PLN juga mengintegrasikan pembangkit tenaga surya 11,9 MWp sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Cahaya yang Mengubah Hidup
Bagi warga, listrik bukan sekadar daya, tapi perubahan nyata dalam kehidupan.
Seperti yang dirasakan Eni Patmawati, warga Desa Karangpatihan, Ponorogo.
“Sekarang rumah kami terang, tidak menyalur lagi dari tetangga. Terima kasih PLN,” ucapnya haru.
Hal serupa juga dirasakan Jemain, warga Mojokerto berusia 79 tahun, yang akhirnya menikmati penerangan mandiri setelah puluhan tahun menyalur dari tetangga.
“Rumah saya sekarang punya listrik sendiri. Semoga PLN terus maju dan menerangi semua pelosok,” ujarnya.
Melalui program Light Up The Dream (LUTD), pegawai PLN turun langsung membantu masyarakat prasejahtera. Tahun ini, PLN menyambung listrik gratis bagi 3.864 keluarga di seluruh Indonesia, termasuk 283 keluarga di Jawa Timur.
“Momen Hari Listrik Nasional ke-80 menjadi pengingat bahwa listrik bukan hanya energi, tapi sumber kehidupan yang membawa perubahan,” tambah Ahmad Mustaqir.
Hijaukan Negeri, Rawat Bumi
Tak hanya menyalurkan listrik, PLN UID Jawa Timur juga menyalurkan semangat hijau. Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya dan Bank Sampah Induk Surabaya, PLN memasang Drop Box sampah plastik di empat taman kota: Apsari, Sejarah, Bungkul, dan Harmoni.
Sejak Juli hingga Oktober 2025, terkumpul 115,92 kilogram sampah plastik, setara 8.280 botol bekas ukuran 600 ml, yang kemudian disalurkan ke bank sampah binaan PLN.
“Melalui Drop Box ini, kami ingin menumbuhkan kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Kegiatan ini selaras dengan semangat Sumpah Pemuda untuk bergerak bersama menjaga bumi,” ungkap Anjar Putro Wijiasmoro, Direktur Koperasi Jasa Bank Sampah Induk Surabaya.
Kerja sama ini kini menjangkau seluruh 16 UP3 PLN di Jawa Timur, berhasil mengalihkan 1,78 ton sampah anorganik dari TPA ke daur ulang.
Limbah Jadi Berkah di Pacitan
Inovasi hijau juga dilakukan PLN Nusantara Power UP Pacitan, yang mengolah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) — limbah sisa pembakaran batu bara — menjadi kompos organo-mineral.
Hasilnya, 6,5 hektar lahan pertanian di Pacitan kini lebih subur dan produktif, menumbuhkan jagung, cabai, hingga pisang.
“Pemanfaatan FABA bukan hanya mengurangi limbah, tapi juga mendukung ketahanan pangan,” kata Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power.
Menurut Munif, Senior Manajer UP Pacitan, hasil uji menunjukkan peningkatan produktivitas tanaman hingga 20 persen. Upaya ini mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular di lingkungan PLN Group.
Kelola Lingkungan dengan Tanggung Jawab
Sebagai bagian dari transformasi hijau berkelanjutan, PLN UID Jawa Timur juga menggelar simulasi pengelolaan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Kegiatan ini diikuti puluhan pegawai dari berbagai unit layanan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani potensi insiden lingkungan.
“Limbah seperti minyak trafo dan toner printer termasuk kategori B3. Pengelolaan limbah ini bukan hanya kewajiban, tapi tanggung jawab moral PLN agar tidak mencemari lingkungan,” tegas Parlan, Manager K3L dan Keamanan PLN UID Jawa Timur.
Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang, Roni Kuncoro, menambahkan bahwa setiap jenis limbah memiliki karakteristik berbeda, sehingga penanganannya pun harus sesuai standar.
Dengan pelatihan dan peningkatan kapasitas pegawai, PLN memastikan seluruh proses pengelolaan limbah B3 berjalan sesuai regulasi dan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
PLN Terus Bergerak untuk Negeri
Dari Sumenep hingga Pacitan, dari terang listrik hingga hijaukan bumi, PLN membuktikan komitmennya untuk menghadirkan energi yang adil, berkelanjutan, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur. (za).


