Google search engine
HomeTausiyahKalimat “Laa ilaaha illallah” Adalah Kunci Surga

Kalimat “Laa ilaaha illallah” Adalah Kunci Surga

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
​​
​​من قال لا إله إلا الله صدقًا من قلبه دخل الجنة
​​
​​“Barangsiapa yang mengatakan: Laa Ilaaha Illallah (tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah). Tulus dari hatinya, ia masuk surga” (HR. Abu Ya’la dalam Musnad-nya [6/10], dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah).
​​
​​Namun bukan sekedar pengucapan saja, melainkan juga disertai ilmu dan menjalankan konsekuensinya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
​​
​​مَن مات وهو يعلمُ أن لا إله إلا اللهُ دخل الجنةَ
​​
​​“Barangsiapa yang mati dalam keadaan mengilmui bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, ia masuk surga” (HR. Muslim no. 26).
​​
​​Al Hasan Al Bashri rahimahullah ketika ia ditanya: “orang-orang mengatakan bahwa barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah pasti akan masuk surga”. Al Hasan berkata:
​​
​​من قال « لا إله إلا الله » فأدَّى حقها وفرضها دخل الجنة
​​
​​“barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah, lalu menunaikan hak dan kewajibannya (konsekuensinya), pasti akan masuk surga“ (diriwayatkan Al Asbahani dalam Al Hujjah fi Bayanil Mahajjah, 2/152. Dinukil dari Kalimatul Ikhlash Fadhluha wa Syurutuha, 502).
​​
​​Al Hasan pernah berkata kepada Al Farazdaq, ketika ia menguburkan istrinya:
​​
​​ما أعددتَ لهذا اليوم ؟ قال : شهادة أن لا إله إلا الله منذ سبعين سنة، فقال الحسن : “نعم العدة لكن لـِ « لا إله إلا الله » شروطاً ؛ فإياك وقذف المحصنات
​​
​​“apa yang engkau persiapkan untuk hari ini (hari kematianmu kelak)? Al Farazdaq berkata: syahadat Laa ilaaha illallah sejak 70 tahun yang lalu. Lalu Al Hasan berkata: iya benar, itulah bekal. Namun Laa ilaaha illallah memiliki syarat-syarat. Maka hendaknya engkau jauhi perbuatan menuduh zina wanita yang baik-baik“ (Majmu’ Rasail Ibnu Rajab, 3/47).
​​
​​Wahab bin Munabbih rahimahullah ditanya, “bukanlah kunci surga itu adalah Laa ilaaha illallah?”, ia menjawab:
​​
​​بلى ؛ ولكن ما من مفتاح إلا له أسنان ، فإن أتيت بمفتاح له أسنان فُتح لك ، وإلا لم يُفتح لك
​​
​​“iya benar, namun setiap kunci itu pasti ada giginya. Jika engkau datang membawa kunci yang memiliki gigi, maka akan terbuka. Namun jika tidak ada giginya, maka tidak akan terbuka“.
​​
​​Beliau mengisyaratkan gigi dari kunci untuk memaksudkan syarat-syarat Laa ilaaha illallah yang wajib dipegang teguh oleh setiap mukallaf.
​​
​​Dari sini kita ketahui pentingnya mengilmui kalimat “laa ilaaha illallah” dan mendakwahkannya.

Fawaid Kangaswad | Support Ma’had Online: trakteer.com/kangaswad

Ustadz Yulian Purnama

(gwa-saudara–muslim-2)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments