Google search engine
HomeTausiyahSetingkat Demi Setingkat

Setingkat Demi Setingkat

Catatan Hari Ini #1427

لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَنْ طَبَقٍ

“Sungguh, kamu benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)”. (QS. al-Insyiqoq:19)

Hidup adalah perjalanan panjang, detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun … Kehidupan terus berjalan tanpa pernah kembali.
Dari dulu hingga saat ini, ritme hidup ini terus berpadu silih berganti.

Tingkat demi tingkat kehidupan kita lalui. Tercipta dari setetes air mani yang kemudian berproses manjadi darah, lalu darah itu membentuk gumpalan daging, berikutnya menjadi tulang terbungkus daging, sampai kemudian lahir ke muka bumi berwujud manusia.

Kita nikmati masa kanak-kanak penuh ceria, gembira dan terkadang ada tangis dan duka, hingga Allah jadikan anak tadi menjadi remaja tampan, cantik dan mempesona. Waktu tetap berjalan, mengantar belia itu menjadi dewasa, lalu beruban, tua dan meninggal dunia.

Itu sudah menjadi sunnatullah berproses setingkat demi setingkat, tidak bisa diajak kompromi.
Aku ingin menjadi tua dulu baru remaja, aku mau dewasa sebelum menjadi balita. Tidak bisa.

Tetapi terkadang banyak yang tak sabar, ingin langsung loncat, tanpa melalui proses. Ingin instan, akhirnya sikut sana sikut sini. Ingin cepat populer, akhirnya semua harus dipaksakan.
Ini melanggar aturan kehidupan, sebab dalam kaidah hidup seorang muslim disebutkan,

“مَن اِستَعجَلَ شَيئًا قَبلَ أوَانِهٖ عُوقِبَ بِحُرمَانِه”.

Siapa yang terburu-buru dengan menempuh jalan yang instan, siap-siaplah dia kecewa dan tak sampai ke tujuan.

Karena telah keluar dari rules of the game, padahal harusnya semua berjalan “setingkat demi setingkat”.

Begitu pula iblis dan serdadunya berusaha memporak-porandakan masa depan manusia pun bujuk rayunya halus, mula² digoda melalui dosa kecil remeh temeh, setelah dianggap biasa beranjak dibujuk pada dosa yang lebih besar, hingga yang paling besar. Kemaksiatan dihias rias hingga memesona anak manusia. Sejengkal demi sejengkal, banyak yang terjerumus mengikuti jebakannya. na’uudzu billah.

Hidup adalah “berjuang”, agar sukses dunia akhirat rumusnya SABAR, ISTIQOMAH “setingkat demi setingkat” .. selangkah demi selangkah, optimis keadaan pasti berubah ;

– kegagalan menjadi keberhasilan,
– duka menjadi suka
– derita akan menjadi bahagia,

Tidak ada kata pesimis di dalam kamus hidup seorang Muslim.
Bahan bakarnya dalah iman.. selangkah demi selangkah, setingkat demi setingkat berjuang menuju ridloNya.

“Hai manusia, Sesungguhnya kamu telah berusaha dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya”. (QS. Al-Insyiqaq; 6)

Apapun rintangan, jangan keluar jalur..
Nikmati proses
Hindari banyak protes..

Semoga bermanfaat

(gwa-ws).

Previous article
Next article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments