Google search engine
HomeEkbisNTP Jatim Turun Sebesar 1,28 Persen

NTP Jatim Turun Sebesar 1,28 Persen

SURABAYA-kanalsembilan.com (4 April 2026)

Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sebesar 118,39 atau mengalami penurunan sebesar 1,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan melemahnya tingkat kesejahteraan petani akibat dinamika harga yang kurang menguntungkan di tingkat usaha pertanian.

Plt. Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati dalam kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik, Rabu (1/4/2026) mengatakan penurunan NTP ini dipengaruhi oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,80 persen, sementara di sisi lain Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami kenaikan sebesar 0,49 persen. Kondisi ini menyebabkan margin yang diterima petani semakin tertekan.

“Penurunan NTP terjadi karena harga komoditas hasil pertanian yang diterima petani mengalami penurunan, sementara biaya yang harus dikeluarkan petani untuk konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi justru meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa selain NTP, indikator lain yang turut menggambarkan kondisi ekonomi petani yakni Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan. Pada Maret 2026, NTUP tercatat turun sebesar 1,04 persen.

Menurut Herum, penurunan NTUP ini mengindikasikan bahwa secara umum kemampuan usaha pertanian dalam menghasilkan pendapatan relatif terhadap biaya produksi juga mengalami penurunan. Hal ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan usaha pertanian di tingkat rumah tangga.

Ia menambahkan, fluktuasi NTP dan NTUP sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas pertanian serta biaya input produksi seperti pupuk, benih, hingga biaya tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian harga serta dukungan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas sektor pertanian.

“Perlu sinergi berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga hasil pertanian serta mengendalikan biaya produksi agar kesejahteraan petani tetap terjaga,” tambahnya.

BPS Jawa Timur secara rutin merilis perkembangan NTP sebagai salah satu indikator penting dalam memantau tingkat kesejahteraan petani. NTP di atas 100 menunjukkan bahwa secara umum petani mengalami surplus, namun penurunan yang terjadi tetap menjadi sinyal perlunya perhatian terhadap kondisi sektor pertanian.

Dengan capaian NTP sebesar 118,39 pada Maret 2026, petani di Jawa Timur masih berada pada posisi surplus. Namun demikian, tren penurunan yang terjadi menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha petani di daerah. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments