Google search engine
HomeOpiniBUDAYA ULAMA DAN SANTRI SARUNGAN SEBAGAI IDENTITAS APA KEBIJAKAN SNOUCK HIRGRONJE

BUDAYA ULAMA DAN SANTRI SARUNGAN SEBAGAI IDENTITAS APA KEBIJAKAN SNOUCK HIRGRONJE

Oleh Djuwari Syaifudin, Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan dan Pembinaan Daerah DDII Jatim

Dewandakwahjatim.com, Surabaya –
يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat. QS. Al A’raf 26

Kandungan tafsir
Allah menyampaikan kepada seluruh manusia agar memperhatikan penutupan aurat, bertakwa kepada Allah dengan menjalankan ketaatan, dan memperingatkan mereka dari godaan-godaan setan yang selalu memerangi sifat-sifat mulia dan hukum-hukum Allah.

Maka Allah menegaskan bahwa dia telah menurunkan pakaian untuk menutupi aurat dan pakaian untuk berhias, dan dua jenis pakaian ini baik untuk digunakan; akan tetapi pakaian maknawi bagi hati lebih utama dan lebih tinggi derajatnya -ya itu ketakwaan yang dapat memperbaiki hati dengan menjalankan ketaatan kepada Allah-; ia adalah pakaian terbaik bagi seorang mukmin, karena ia akan memperbaiki dan melindungi seluruh tubuh.

Sarung bentuk pakaian budaya

Sarung adalah salah satu pakaian tradisional yang memiliki tempat istimewa dalam budaya Indonesia. Digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, sarung memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang kaya.

Sarung kini diakui sebagai pakaian nasional untuk beribadah dan acara keagamaan di Indonesia, bahkan ditetapkan Hari Sarung Nasional setiap 3 Maret.

Sarung pertama kali dikenal di Indonesia melalui perdagangan dengan negara-negara tetangga, seperti India dan Arab, pada abad ke-14 dan ke-15. Pedagang dari Gujarat, India, membawa kain sarung yang kemudian diadopsi oleh masyarakat pesisir Indonesia. Pada awalnya, sarung hanya digunakan oleh kalangan tertentu, terutama kaum bangsawan dan pedagang kaya.

Kebijakan utama Snouck Hurgronje.
Di Nusantara fokus pada memisahkan Islam sebagai agama (ritual) dari Islam politik, membagi pendekatan kolonial menjadi bidang agama, sosial, dan politik untuk melemahkan perlawanan pribumi. Ia menyarankan Belanda menindas Islam politik tetapi toleran terhadap ibadah pribadi untuk meredam pemberontakan.

Strategi Perang, Menyarankan tindakan militer tegas untuk menghancurkan kekuatan ulama dan memisahkan ulama dari rakyat. Ia mendorong pendekatan menjinakkan melalui pemahaman mendalam tentang adat istiadat Nusantara sarungan, bukan hanya kekerasan.

Snouck Hurgronje sebagai penasehat Pemerintah Hindia Belanda, memperkuat tradisi budaya Ulama Santri Sarungan. Dengan alasan tersembunyi kalau pakai sarung sewaktu waktu ada serangan dari Belanda dia kesulitan berlari, kalau sarungnya diangkat akan kelihatan sauratnya, ini haram. Dan kalau pakai celana menyerupai orang barat. delematis.

Perlawanan Masa Kolonial:

Para ulama dan santri konsisten memakai sarung sebagai bentuk penolakan terhadap budaya Barat/Belanda, menjadikan sarung simbol martabat bangsa, contohnya perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah.

Saat penjajahan, santri yang memakai sarung dianggap remeh oleh penjajah. Namun, para ulama dan santri tetap memakainya sebagai bentuk penolakan terhadap budaya Barat dan penegasan identitas keislaman serta keindonesiaan.

Berdasarkan sejarah, KH. Hasyim Asy’ari dikenal konsisten mengenakan pakaian tradisional santri, termasuk sarung, dalam berbagai kesempatan, termasuk saat menerima tamu penting. Meskipun dokumentasi visual yang spesifik menunjukkan beliau di dalam ruang sidang BPUPKI terbatas, identitas beliau sebagai “ulama sarungan” sangat melekat.

Perjuangan Resolusi Jihad: Pada tanggal 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihhad, yang memicu semangat kaum santri bersarung untuk membela NKRI dari sekutu.

Admin: Kominfo DDII Jatim.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments