SEMARANG-kanalsembilan.comĀ (27 April 2026)
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor dan inovasi berkelanjutan menjadi faktor utama keberhasilan penyelenggaraan angkutan lebaran Idulfitri 1447H/Lebaran 2026.
Hal tersebut disampaikan Rivan dalam kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang diselenggarakan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Korlantas Polri) di Semarang, Kamis (23/04).
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, jajaran Direksi Jasa Marga yaitu Direktur Utama Rivan A. Purwantono, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Bisnis Reza Febriano dan Direktur Human Capital & Transformasi Yoga Tri Anggoro beserta Manajemen Jasa Marga Group, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin serta para pimpinan BUMN sektor transportasi dan pakar transportasi nasional.
āKeberhasilan pelayanan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Hal ini menunjukkan sinergi lintas sektor yang luar biasa,” ujarĀ Rivan.
Selain itu, inovasi yang dikembangkan Jasa Marga turut mendorong optimalisasi layanan, seperti pemanfaatan teknologi yang terintegrasi dan akurat melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang mampu menghasilkan data berbasis real time sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bersama stakeholder terkait.
Dengan dukungan teknologi Intelligent Transport System (ITS), JMTC mampu menghasilkan prediksi lalu lintas dengan tingkat akurasi mendekati 98%. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada pengguna jalan melalui Aplikasi Travoy yang mencatat peningkatan penggunaan hingga 300% selama periode Lebaran.
Ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan informasi digital Jasa Marga sekaligus meningkatkan customer experience dalam pelayanan jalan tol.
Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatat puncak arus mudik tertinggi terjadi pada H-3 Lebaran atau 18 Maret 2026 dengan volume mencapai sekitar 270 ribu kendaraan, yang merupakan angka tertinggi arus mudik sepanjang sejarah.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada H+3 Lebaran atau 24 Maret 2026 mencapai sekitar 230 ribu kendaraan. Keberadaan empat ruas tol yang diberlakukan secara fungsional tanpa tarif terbukti sangat membantu dalam mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di ruas Jakarta-Cikampek II Selatan yang mampu mengurangi beban di titik krusial seperti KM 66.
Selain itu, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga ditandai dengan penurunan angka kecelakaan di jalan tol, yang mencerminkan meningkatnya aspek keselamatan dan keamanan perjalanan para pengguna jalan.
Meski demikian, Jasa Marga menilai bahwa kegiatan evaluasi tetap menjadi hal penting sebagai dasar perbaikan layanan di masa mendatang, khususnya dalam menghadapi periode traffic tinggi berikutnya yaitu Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Lebaran 2027.
āEvaluasi ini menjadi wujud komitmen bersama bahwa negara hadir untuk terus memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat. Penyelenggaraan Operasi Ketupat di masa mendatang harus semakin lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,ā tutup Rivan.
Seiring dengan hal tersebut, Jasa Marga juga tentunya akan terus melakukan perbaikan melalui penguatan berbagai inovasi, termasuk pengembangan teknologi berbasis RFID yang terintegrasi dengan sistem BLU-E (Bukti Lulus Uji Elektronik) milik Kemenhub untuk mendukung program Indonesia Zero Over Dimension Over Load 2027, mengingat kendaraan ODOL masih menjadi penyumbang penyebab angka kecelakaan di jalan tol.
Senada dengan Rivan, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 merupakan hasil nyata dari kolaborasi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan.
āSinergi antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Pemerintah Daerah, operator transportasi, serta stakeholder lainnya menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan perjalanan masyarakat,ā jelas Dudy.
Dudy juga mengapresiasi berbagai inovasi rekayasa lalu lintas yang diterapkan, seperti one way nasional dan one way sepenggal, yang terbukti efektif dalam mengurai kepadatan. Meski demikian, Dudy menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan, guna peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat.
āEkspektasi masyarakat terus meningkat setiap tahunnya. Karena itu kami berharap akan semakin banyak terobosan inovasi baru ke depannya, sehingga layanan kepada masyarakat dapat lebih baik dengan target jangka panjang zero accident dan zero fatality,ā kata Dudy.
Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 didukung oleh komunikasi dan koordinasi yang efektif, serta penerapan predictive traffic policy dan manajemen berbasis data yang menjadi kunci dalam keberhasilan mengelola arus lalu lintas.
āIndikator keberhasilan bukan hanya kecepatan, tetapi kelancaran dan keselamatan lalu lintas baik di jalan tol, arteri, maupun penyeberangan pelabuhan. Tahun ini terjadi penurunan angka kecelakaan dan fatalitas, yang menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan berjalan efektif,ā jelasnya.
Agus mengapresiasi penerapan jalur fungsional oleh Jasa Marga yang dinilai sangat membantu dalam mengurai kepadatan lalu lintas selama Lebaran. Agus mendorong perlunya ditambahkan rest area khusus di setiap wilayah Kabupaten untuk menampung pengguna jalan tol, terlebih saat periode puncak arus dengan lonjakan yang signifikan.
Melalui kegiatan anev Operasi Ketupat 2026, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan transportasi nasional. Tentunya langkah ini diiringi oleh berbagai terobosan inovasi yang dihasilkan Jasa Marga, didukung oleh kolaborasi lintas sektor guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung semakin aman, nyaman, dan berkeselamatan terlebih saat periode dengan mobilitas tinggi. (za).


