Oleh Sudono Syueb, Pengurus Dwwan Da’wah Jatim Bidang Kominfo
SURABAYA-kanalsembilan.com (19 Mei 2026)
Di lembah sempit bernama Mina,
Langit menggantung lebih rendah dari biasanya.
Bukan karena jarak,
Tapi karena doa yang berdesak-desakan
hendak menyentuh Arsy-Nya.
Di sini tak ada kasur empuk,
Hanya tikar tipis dan tanah yang keras.
Tapi anehnya,
Tidur paling nyenyak kurasakan di sini—
Karena lelahnya tubuh
dibayar lunas oleh tenangnya hati.
Pagi pertama merona
Kami melempar jumrah bersama kebencian.
Melempar angkara yang selama ini
tersembunyi dalam diam.
Setiap kerikil adalah janji:
“Aku tak mau kembali seperti dulu.”
Pagi kedua
Langit semburat jingga,
dan bibir tak henti bertasbih.
Di antara nafas yang tersengal,
Aku mendengar dunia berbisik:
“Semuanya fana, Nak. Kembalilah.”
Pagi ketiga
Hujan gerimis turun pelan.
Membasahi kain ihram yang mulai lusuh.
Tapi tidak membasahi rindu.
Rindu pada Rabb yang tak pernah bosan menunggu.
Di Mina,
Kami belajar satu hal:
Bahwa sempitnya tempat
tidak pernah bisa menyempitkan hati
yang sedang berlapang dengan Allah.
Dan ketika fajar menyingsing,
Kami tahu…
Kami bukan lagi orang yang sama
yang datang tiga malam lalu.
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا لَيَالِيَ مَبْرُورَةً، وَذُنُوبًا مَغْفُورَةً
Ya Allah, jadikan malam-malam ini malam yang diterima,
dan dosa-dosa kami diampuni. (Dewandakwahjatim.com)
Sidoarjo, 18 Mei 2026
Admin: Kominfo DDII Jatim


