SURABAYA-kanalsembilan.com (21 Juni 2026)
Pesona kawasan Kota Lama Surabaya kembali memikat para pencinta sejarah dan pejalan kaki. Hotel Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya bersinergi dengan komunitas letswalk.idn menggelar kembali agenda walking tour ikonik yang mengajak peserta menelusuri jejak-jejak kolonial di Surabaya Utara.
Mengambil titik awal (starting point) dari Hotel Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, para peserta diajak menyusuri rute sarat sejarah, mulai dari Taman Sejarah, de Javasche Bank, Eks Penjara Kalisosok, hingga menyambangi Pabrik Es Krim Orlando. Berbeda dari kegiatan sebelumnya, event kali ini hadir dengan warna baru yang jauh lebih seru dan interaktif.
Tidak hanya sekadar berjalan kaki dan menyerap edukasi sejarah, para peserta juga ditantang untuk mengasah kreativitas melalui sesi Art Towel Workshop. Workshop unik ini dipandu langsung oleh tim Housekeeper dari Horison Arcadia Heritage. Peserta diajak belajar seni melipat handuk menjadi berbagai bentuk dekoratif khas perhotelan.
Sebagai penutup petualangan yang manis, para peserta dimanjakan dengan sajian kuliner istimewa berupa hidangan Dimsum hangat dan kesegaran es krim yang disiapkan khusus oleh Wardim Arcadia Surabaya. General Manager Horison Arcadia Heritage Rajawali Surabaya, Rully Herlambang, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan hotel dalam mendukung pariwisata berbasis warisan budaya (heritage tourism) di Surabaya.
“Kami sangat bangga bisa kembali berkolaborasi dengan letswalk.idn. Kota Lama Surabaya memiliki potensi luar biasa yang harus terus kita gaungkan. Melalui event ini, kami ingin memberikan pengalaman yang menyeluruh—bukan sekadar jalan-jalan, tetapi ada edukasi, hospitality experience lewat Art Towel Workshop, hingga menikmati kuliner terbaik kami di Wardim Arcadia. Kami berharap sinergi ini dapat terus menghidupkan marwah Kota Lama sebagai salah satu destinasi wajib di Surabaya,” ujar Rully Herlambang.
Respon positif pun datang dari para peserta yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara dari awal hingga akhir. Kolaborasi antara sektor perhotelan dan komunitas kreatif seperti ini diharapkan dapat terus konsisten dilakukan demi mendongkrak daya tarik wisata sejarah di Kota Pahlawan.
Lebih dari sekadar agenda jalan kaki, kegiatan ini menjadi ajang bagi generasi muda dan masyarakat untuk lebih mengenal, mencintai, serta memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap bangunan-bangunan cagar budaya yang ada.
Dengan semakin aktifnya ruang-ruang publik di kawasan bersejarah, diharapkan Kota Lama tidak hanya menjadi sekadar titik lokasi di peta, melainkan menjadi denyut nadi wisata yang berkelanjutan, edukatif, dan mampu menggerakkan ekonomi kreatif di masa depan.(za).


