Google search engine
HomeEkbisPinjaman Online (Pinjol) di Jatim Tumbuh Subur

Pinjaman Online (Pinjol) di Jatim Tumbuh Subur

SURABAYA-kanalasembilan.com (23 Jui 2026)

Ketika kelompok menengah kebawah bertambah, ternyata Pinjol juga ikut meninggkat dan NPL juga ikut bertambah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkat pengawasn terhadap kejala ini. UMKM yang banyak memberikan pekerjaan pada msyarakat menengah kebawah ternyata juga mengalami penurunan omsetnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur mencatat outstanding pembiayaan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) hingga April 2026 mencapai Rp 11,97 triliun atau naik 19,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pelaksana Harian Kepala OJK Jawa Timur Horas V.M. Tarihoran mengatakan jumlah pemberi pinjaman mencapai 408 ribu rekening atau tumbuh 36,5 persen secara tahunan. Sementara jumlah peminjam mencapai 18,01 juta rekening, meningkat 17,42 persen.

“Untuk tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP-90 tercatat sebesar 5,80 persen,” ujarnya dalam Media Briefing OJK Jatim 2026 di Surabaya, Senin (22/6/2026).

OJK memberi perhatian khusus terhadap kualitas kredit di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga April 2026, outstanding kredit UMKM di Jawa Timur tercatat mencapai Rp230,93 triliun atau berkontribusi 36,77 persen terhadap total kredit perbankan. Namun, rasio kredit bermasalah UMKM mencapai 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan NPL perbankan secara keseluruhan.

Menurut Horas, kondisi ini menjadi tantangan yang harus direspons melalui penguatan ekosistem UMKM, mulai dari proses kurasi usaha, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga penguatan edukasi dan literasi keuangan.

“Perlu upaya bersama agar pembiayaan kepada UMKM dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus menekan risiko kredit bermasalah,” katanya.
Penyaluran KUR Tetap Solid

Di tengah tingginya NPL UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Timur justru menunjukkan kinerja yang lebih baik. Outstanding KUR tercatat mencapai Rp67,76 triliun dengan rasio NPL yang terjaga di level 2,12 persen.

Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan penyaluran KUR terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Tengah. Kontribusinya mencapai 31,45 persen terhadap total penyaluran KUR di Pulau Jawa.

Kondisi ini menunjukkan sektor perbankan Jawa Timur masih memiliki fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, perbaikan kualitas kredit, terutama di segmen UMKM, menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.[14.57, 23/6/2026] Zainuddin: OJK Mencatat Nilai Pinjaman Online di Jatim Melonjak Jadi Rp11,96 Triliun. (za)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments