Google search engine
HomeEkbisLPS Jamin 99,95 Persen Rekening Nasabah Bank Umum di Jawa Timur, Perkuat...

LPS Jamin 99,95 Persen Rekening Nasabah Bank Umum di Jawa Timur, Perkuat Kesiapan Penjaminan Polis

SURABAYA-kanalsembilan.com (8 Juli 2026)

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan perlindungan terhadap simpanan nasabah perbankan tetap terjaga dengan tingkat cakupan penjaminan yang sangat tinggi, baik secara nasional maupun di Jawa Timur.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, mengatakan hingga April 2026 sebanyak 99,94 persen rekening nasabah Bank Umum secara nasional, atau sekitar 666 juta rekening, dijamin penuh oleh LPS untuk simpanan hingga Rp2 miliar. Sementara itu, pada kelompok Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS), cakupan penjaminan mencapai 99,98 persen atau sekitar 15,6 juta rekening.

Di Provinsi Jawa Timur, tingkat perlindungan simpanan bahkan sedikit lebih tinggi. Sebanyak 99,95 persen rekening nasabah Bank Umum, atau sekitar 71,3 juta rekening, dijamin seluruh simpanannya oleh LPS. Adapun untuk nasabah BPR/BPRS, cakupan penjaminan mencapai 99,98 persen, setara dengan 2,5 juta rekening.

Bambang menegaskan LPS akan terus melakukan pemantauan dan asesmen terhadap tingkat cakupan penjaminan agar tetap sejalan dengan perkembangan suku bunga pasar dan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP).

Selain menjaga stabilitas sistem penjaminan simpanan, LPS juga mempercepat persiapan pelaksanaan program penjaminan polis asuransi. Persiapan tersebut meliputi penyusunan kebijakan, penguatan sumber daya manusia, pengembangan teknologi informasi, serta integrasi dan pertukaran data dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan regulasi maupun operasional LPS dalam menjalankan mandat baru di sektor perbankan dan asuransi.

Menurut Bambang, tantangan menjaga stabilitas sektor keuangan ke depan tidak hanya berasal dari ketidakpastian ekonomi global, tetapi juga dari risiko operasional, khususnya ancaman keamanan siber. Karena itu, penguatan infrastruktur digital dan kapasitas teknologi informasi perlu menjadi perhatian, terutama bagi bank dan lembaga jasa keuangan skala kecil yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan keamanan siber.

Di sisi lain, LPS bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan semakin mengintensifkan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor perbankan dan asuransi. Fokus utamanya adalah memperkuat perlindungan nasabah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan nasional.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, LPS bersama OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah memperluas cakupan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) sejak tahun ini. Perluasan survei diharapkan menghasilkan pemetaan yang lebih komprehensif sebagai dasar penyusunan program edukasi dan inklusi keuangan yang lebih tepat sasaran di berbagai kelompok masyarakat dan wilayah.

Bambang menambahkan, saat ini masih terdapat sekitar 15 juta penduduk Indonesia usia produktif yang belum memiliki rekening perbankan. Karena itu, LPS bersama KSSK akan terus mendorong masyarakat untuk memiliki akses terhadap layanan perbankan agar inklusi keuangan meningkat dan berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Asta Cita, dapat diakses secara lebih efektif dan efisien.
Judul alternatif yang juga dapat digunakan:

LPS: 99,95 Persen Rekening Bank Umum di Jatim Dijamin, Penjaminan Polis Terus Dimatangkan
LPS Perkuat Perlindungan Simpanan dan Percepat Kesiapan Program Penjaminan Polis
LPS Pastikan Mayoritas Rekening Nasabah di Jatim Terlindungi, Fokus Perkuat Literasi dan Keamanan Siber. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments