Khutbah Syaikh Muhammad al-Mukhtar Asy-Syinqithi
Hal pertama yang diperlukan untuk mewujudkan keshalihan anak adalah doa-doa ikhlas yang kita panjatkan kepada Allâh Azza wa Jalla.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang al-Khalil Ibrahim Alaihissallam :
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Ya Rabbku! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat! Wahai Rabb kami! Perkenankanlah doaku. [Ibrahim/ 14: 40]
Dan Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Zakariya Alaihissallam :
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Ya Rabbi! Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. [Ali Imrân/3:38]
Panjatkanlah untaian doa seperti yang dipanjatkan para hamba pilihan:
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Ya Rabb kami! Anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [Al-Furqân/ 25: 74]
Hal lain yang diperlukan untuk keshalihan anak adalah bimbingan dan arahan untuk mereka dengan kata-kata yang membekas di hati. Lihatlah bagimana Luqman memperlakukan anaknya:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allâh, sesungguhnya mempersekutukan (Allâh) adalah benar-benar kezaliman yang besar. [Luqmân/31:13]
Lihatlah bagaimana Luqman mengambil hati sang buah hati agar selalu tertambat kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Ia mengajarkan tauhid dan ibadah hanya kepada-Nya.
Hal yang sangat penting adalah memerintahkan mereka untuk shalat; tiang agama ini. Dengan begitu, mereka pun akan tumbuh dengan baik.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. [Al-Ankabût/ 29: 45]
Lihatlah Nabi Ibrahim Alaihissallam. Beliau mengerti akan keagungan shalat. Maka beliau berdoa:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Ya Rabbi! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Wahai Rabb kami! Perkenankanlah doaku. [Al-Ankabût/ 14: 40]
Di akhirat kelak pun, keshalihan anak akan menjadi tameng dari ganasnya api neraka.
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنِ ابْتُليَ مِنْ هذِهِ البَنَاتِ بِشَيءٍ فَأحْسَنَ إلَيْهِنَّ ، كُنَّ لَهُ سِتراً مِنَ النَّارِ
Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepadanya, maka mereka ini akan menjadi tameng penghalang baginya dari api neraka. [Muttafaq alaih]
Baca selengkapnya di
(gwa-majelis-ilmu-3).


