Google search engine
HomeEkbisHarga Hortikultura Turun, Jawa Timur Alami Deflasi 0,26 Persen pada Juli 2026

Harga Hortikultura Turun, Jawa Timur Alami Deflasi 0,26 Persen pada Juli 2026

SURABAYA-kanalsembilan.com (4 Agustus 2026)

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mengatakan provinsi Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli 2026. Sementara itu, inflasi tercatat 1,48 persen secara tahun kalender (year-to-date/ytd) dan 2,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Deflasi Juli terutama dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan, khususnya komoditas hortikultura, seiring meningkatnya pasokan selama musim panen. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat.

Selain itu, harga daging ayam ras dan telur ayam ras bergerak mengikuti dinamika permintaan masyarakat. Penurunan harga juga terjadi pada emas perhiasan sebagai dampak melemahnya harga emas di pasar global yang ikut menekan harga jual di pasar domestik.

“Secara bulanan, penyumbang utama deflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Komoditas yang paling besar memberikan andil terhadap deflasi adalah bawang merah, emas perhiasan, cabai rawit, telur ayam ras, dan cabai merah,” kata Herum Fajarwati.

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih mengalami kenaikan harga. Beras, bawang putih, dan daging sapi tercatat mengalami inflasi akibat terbatasnya pasokan, penyesuaian harga di tingkat produsen dan distributor, serta meningkatnya biaya distribusi dan pengiriman.

Sementara itu, inflasi secara tahun kalender (ytd) terutama didorong oleh kelompok transportasi, dengan komoditas utama penyumbang inflasi berupa angkutan udara dan bensin.

Adapun secara tahunan (yoy), inflasi Jawa Timur terutama disumbang oleh kelompok transportasi, makanan, minuman, dan tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan meliputi emas perhiasan, angkutan udara, bensin, beras, dan minyak goreng.

Menurut Herum Fajarwati selain faktor harga komoditas, momen tahun ajaran baru turut memengaruhi perkembangan inflasi. Pergantian tahun ajaran umumnya diikuti penyesuaian berbagai biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh orang tua atau wali murid. Di sisi lain, program diskon dan insentif transportasi selama libur sekolah membantu menahan laju kenaikan harga pada kelompok transportasi. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments