SURABAYA-kanalsembilan.com (4 Agustus 2026)
Kinerja sektor pariwisata Jawa Timur menunjukkan tren positif pada Juni 2026. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), serta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sama-sama meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
“Peningkatan aktivitas pariwisata tersebut didorong sejumlah faktor, di antaranya momentum libur sekolah yang dimulai pada 22 Juni 2026, kepulangan jamaah haji yang memicu aktivitas penjemputan keluarga secara rombongan, hingga penyelenggaraan berbagai agenda nasional dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition),” kata Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Ir. Herum Fajarwati, MM.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Juni 2026 mencapai 33.049 kunjungan, naik 5,03 persen dibandingkan Mei 2026. Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman selama Januari–Juni 2026 juga bertambah 11.973 kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2026 mencapai 17.378.546 perjalanan, meningkat 1,36 persen dibandingkan Mei 2026. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk berwisata selama musim liburan.
Menurut Herum, peningkatan aktivitas wisata turut berdampak pada industri perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juni 2026 mencapai 54,23 persen, atau naik 5,00 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 25,93 persen.
Kenaikan TPK hotel berbintang terbesar terjadi di Kabupaten Mojokerto sebesar 22,60 poin, disusul Kabupaten Malang sebesar 22,40 poin, dan Kabupaten Probolinggo sebesar 20,94 poin.
Sementara itu, pada kelompok hotel nonbintang, peningkatan TPK tertinggi terjadi di Kabupaten Gresik sebesar 13,69 poin, diikuti Kabupaten Sumenep sebesar 13,03 poin, dan Kota Malang sebesar 10,96 poin.
BPS Jawa Timur menjelaskan bahwa tidak seluruh kabupaten/kota memiliki data TPK hotel berbintang karena keterbatasan jumlah hotel berbintang di masing-masing daerah. Oleh sebab itu, penghitungan TPK hotel berbintang hanya dapat dilakukan pada 22 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Selain faktor libur sekolah dan kepulangan jamaah haji, peningkatan kunjungan wisata juga didukung penyelenggaraan sejumlah agenda berskala nasional yang masuk dalam Kalender Event Nasional Kementerian Pariwisata, seperti Festival Reog Ponorogo, Grebeg Suro, dan Segoro Topeng Kaliwungu yang berlangsung di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Lumajang.
Di sisi lain, meningkatnya kegiatan MICE pada pertengahan tahun juga turut mendorong okupansi hotel. Beberapa agenda yang digelar selama Juni 2026 antara lain Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026, 5th Ciputra Film Festival 2026, dan Tanjung Perak Jazz Festival.
“Kombinasi musim liburan, penyelenggaraan berbagai event, serta meningkatnya aktivitas pemerintahan dan dunia usaha pada pertengahan tahun menjadi faktor utama yang menggerakkan sektor pariwisata dan perhotelan Jawa Timur sepanjang Juni 2026,” kata Herum. (za).


