Google search engine

Hubungan Antara Sikap Waspada (Hadzar), Tawakkal, Dan Rukun Agama (Islaam – Imaan – Ihsan)

Waspada (Hadzar) adalah bagian dari Tawakkal, dan Tawakkal mencakup esensi Islaam, Imaan, dan Ihsan:

1. Sisi Islaam (Syari’ah/Lahiriyyah):

Contohnya: kita menutup pintu rumah dengah benar, kita memarkir dan mengunci kendaraan, atau memeriksa kebenaran sebuah berita (tabayyun) adalah bagian dari syari’at lahiriyyaah.

Untuk mengantisipasi bahaya, musibah, kecelakaan, pencurian, dan sebagainya.

Mengerti dan menjalankan sebab-akibat (kausalitas), adalah perintah agama.

2. Sisi Iman (Keyakinan/Batin):

Setelah berwaspada dan berikhtiyaar dengan cara yang maksimal, maka qolbu/hati kita, perlu berserah diri (tawakkal) sepenuhnya kepada Allaah.

Kita yakin bahwa hanya Allaah yang dapat memberikan perlindungan.

Apapun yang ditentukanNya, adalah yang terbaik. Yang bahkan penderitaan yang diderita seseorang yang beriman pun, masih pula menjadi penebusan dosa, pengguguran dosa, baginya, otomatis.

3. Sisi Ihsan (Kesadaran Tertinggi):

Beribadah dan menjalani hidup dengan kesadaran bahwa Allaah selalu mengawasi kita.

Orang yang bersikap atau berada di maqom ihsan, akan berwaspada agar dirinya tidak bermaksiat, sekaligus waspada menjaga hak-hak orang lain agar tidak terdzholimi, agar bersikap adil, benar, dan sebagainya.

💠 Jadi, Waspada (Hadzar) itu adalah tindakan pada sistem keamanan kita, sedangkan Tawakkal itu adalah penyerahan hasilnya kepada Allaah.

Kita tentu saja tidak boleh menuduh orang lain akan mencuri (hindari su’u dzonn), tetapi kita tetap perlu mengunci pintu rumah dengan rapat (wujud waspada dan tawakal). Untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

Ibaratnya, adalah demikianlah, kiranya.

Wallohua’lam. Walhamdulillaah.

▪️Catatan 🏧 (Abu Taqi Mayestino)

(gwa-dpw-harakah-bakomuboin).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments