Google search engine
HomeUncategorizedBPS dan Arab Saudi Perkuat Statistik Haji dan Umrah, Ini Ruang Lingkupnya

BPS dan Arab Saudi Perkuat Statistik Haji dan Umrah, Ini Ruang Lingkupnya

JAKARTA-kanalsembilan.com (2026)

Penguatan kualitas data menjadi bagian penting dalam kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di bidang haji dan umrah. Badan Pusat Statistik (BPS) bersama General Authority for Statistics (GASTAT) Arab Saudi mengembangkan kerja sama statistik untuk menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat mendukung perumusan kebijakan kedua negara.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu agenda bilateral di sela Sidang ke-15 Organisation of Islamic Cooperation Statistical Commission (OIC-StatCom) yang mempertemukan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Bacaan Lainnya

Kabar Baik, Mau Haji Gak Antre Hingga 49 tahun!Skema Biaya Haji 2027 Diusulkan 52 Persen Ditanggung JemaahBPKH Dorong Generasi Muda Kembangkan Inovasi Digital untuk Haji dan Umrah

Dilansir dari HimpuhNews, Selasa (6/10/2026), Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi turut menandatangani sejumlah kerja sama dengan negara anggota OKI. Salah satunya dengan GASTAT yang secara khusus mencakup pengembangan statistik haji dan umrah.

Kerja sama BPS dan GASTAT tidak terbatas pada pencatatan jumlah jemaah. Kedua lembaga juga mengembangkan statistik halal, penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB) syariah, serta penyelarasan data ekspor dan impor.
Perkuat Basis Data Haji dan Umrah

Penguatan statistik haji dan umrah memiliki arti strategis bagi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jemaah yang besar. Data yang lebih akurat dapat memberikan gambaran mengenai mobilitas jemaah serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Ketersediaan data yang lebih baik juga dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan penyelenggaraan haji dan umrah yang berbasis bukti. Kerja sama dengan GASTAT sekaligus membuka ruang bagi kedua negara untuk menyelaraskan pengetahuan dan metode dalam pengolahan data.
Perluas Kerja Sama Statistik

Sidang OIC-StatCom menjadi forum bagi negara-negara anggota OKI untuk memperkuat kerja sama sekaligus bertukar pengetahuan di bidang statistik.

Selain dengan Arab Saudi, BPS menjalin kerja sama dengan Turkish Statistical Institute (TURKSTAT). Kerja sama tersebut mencakup sensus modern, integrasi data administrasi, transformasi digital, serta pengembangan statistik resmi.

BPS juga membahas rencana nota kesepahaman dengan Central Agency for Public Mobilization and Statistics (CAPMAS) Mesir. Kerja sama tersebut akan berfokus pada modernisasi statistik dan penerapan standar statistik internasional terbaru.
Indonesia Jadi Negara Percontohan

Kerja sama BPS dengan Islamic Development Bank (IsDB) turut membahas pengembangan statistik kemiskinan multidimensi. Dalam kerja sama tersebut, Indonesia direncanakan menjadi negara percontohan bagi negara Islam lainnya, termasuk Yordania dan Malaysia.

Di antara berbagai kerja sama tersebut, kolaborasi dengan GASTAT memiliki relevansi khusus karena berkaitan langsung dengan ekosistem haji dan umrah. Indonesia merupakan salah satu negara pengirim jemaah dalam jumlah besar, sedangkan Arab Saudi menjadi negara penyelenggara ibadah haji dan umrah.

Penguatan statistik haji dan umrah karena itu tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan angka, tetapi juga membuka peluang bagi kedua negara untuk memperdalam pertukaran pengetahuan serta menyelaraskan pemahaman mengenai pengolahan data.

Bagi Indonesia, kerja sama tersebut dapat memperkuat penggunaan data sebagai pijakan dalam kebijakan penyelenggaraan haji dan umrah. Data yang semakin terintegrasi juga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas dan mobilitas jemaah dari waktu ke waktu.

Sumber: Inilah.com

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments