Catatan Hari Ini #1499
Akan sulit menjelaskan makna “barokah” kepada orang yang selalu menghitung hidupnya hanya dengan angka² dunia. Karena barokah tidak tercatat dalam tabel dan tak masuk logika pasar.
Barokah adalah زِيَادَةُ الخَيرِ tambahnya kebaikan
Barokah tidak identik dengan bertambahnya harta, tapi dengan bertahannya rasa syukur ;
– Ia bukan laba, melainkan kelapangan;
– bukan bonus, tapi kemanfaatan dalam waktu dan tenaga.
Seseorang bisa saja memiliki banyak uang tapi merasa miskin setiap pagi, karena merasa kurang terus;
Sementara yang lain, dengan uang pas-pasan, bisa tertawa sambil makan sambel terong gosong plus ceplok penuh rasa syukur.
Yang pertama punya harta, yang kedua punya barokah.
Karenanya para ahli hikmah merumuskan tentang barokah sbb :
البَرَكَةُ جُندٌ خَفِيٌّ مِن جُنُودِ اللهِ، يُرسِلُها لِمَن يَشَاءُ
“Barokah adalah salah satu dari ‘prajurit’ Allah yang tidak tampak. Ia dikirimkan Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki.”
فَالبَرَكَةُ إذَا حَلَّتْ فِي المَالِ كثَّرَتْهُ
“Apabila barokah telah hinggap dalam harta, maka ia menjadikannya tambah banyak”
Banyak sedeqah,
Banyak yang terbantu karenanya, termasuk dakwah agama..
وَفِي الوَلَدِ أصْلَحَتْهُ
“Apabila ia telah hinggap dalam keturunan, maka ia menjadikannya sholih.”
وَفِي الجِسْمِ قَوَّتَهُ
“Apabila ia hinggap dalam badan, maka ia menjadikannya kuat.”
Kuat taat,
Kuat tidak mengeluh saat diuji kurang sehat,
وَفِي الوَقتِ عَمَّرَتْهُ
“Apabila ia telah hinggap dalam waktu, maka ia memakmurkannya.”
Tidak terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak manfaat apalagi bermaksiat.
وَفِي القَلبِ أَسْعَدَتْهُ
“Dan apabila ia telah hinggap dalam hati, maka ia menjadikannya bahagia.”
Karena selalu bisa bersyukur dalam segala keadaan.
Semoga bermanfaat
(gwa-wartawan-senior).


