SURABAYA-kanalsembilan.com (30 Oktober 2026)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukir prestasi gemilang lewat Perpustakaan ITS yang sukses meraih dua penghargaan dalam Forum Kerja Sama Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri (FKP2TN) Award 2026 melalui transformasi layanan perpustakaan yang dilakukan sejak 2025. Dalam gelaran nasional yang telah berakhir, Jumat (30/10), ini ITS meraih gelar Terbaik 1 Best User Experience Library Award dan Terbaik 2 Best Library Collaboration Award.
Kepala Perpustakaan ITS Agus Santoso SSos MMedKom menjelaskan bahwa FKP2TN Award merupakan bentuk apresiasi kinerja perpustakaan PTN di Indonesia. Pada penyelenggaraan perdana tahun ini, Perpustakaan ITS berpartisipasi dengan membawa berbagai perubahan layanan inovatif.
“Keikutsertaan ini merupakan upaya Perpustakaan ITS untuk memperluas dampak dan mendukung pengembangan perpustakaan di Indonesia,” ujar Agus.
Dalam mewujudkan upaya tersebut, Agus menyampaikan bahwa Perpustakaan ITS mengusung arah pengembangan Knowledge and Happiness Centre. Konsep ini mendorong perpustakaan untuk tidak hanya menjadi tempat akses informasi, tetapi juga ruang yang mendukung aktivitas, kreativitas, dan kebutuhan pengguna. Adapun bentuk implementasinya meliputi penyediaan Inspire Space, ruang multimedia dan teater mini, berbagai Knowledge Corner, Pojok Sejarah, Study Space Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas, serta Ruang Berbasis Inklusif.
Tidak hanya mengembangkan fasilitas internal, Perpustakaan ITS juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra. Kerja sama tersebut melibatkan pihak eksternal, seperti SKK Migas, Pegadaian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Konsulat Jenderal (Konjen) Australia, serta unit dan departemen di lingkungan ITS. Lelaki kelahiran 25 November 1985 tersebut mengungkapkan bahwa kolaborasi ini diarahkan untuk pengembangan infrastruktur dan layanan perpustakaan yang lebih berdampak.
Peraih Juara I Pegawai Berprestasi Tingkat Kemdiktisaintek 2026 tersebut mengutarakan bahwa capaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal. Ia menilai bahwa keberhasilan pengembangan perpustakaan tidak berhenti pada penghargaan, tetapi bagaimana layanan inovatif yang disediakan mampu memberikan dampak nyata.
”Perpustakaan ITS akan terus berkomitmen mengeksplorasi kebutuhan sivitas akademika untuk memberikan manfaat lebih luas,” tegasnya meyakinkan.
Sebagai bentuk keberlanjutan komitmen tersebut, Agus juga memaparkan beberapa gagasan yang tengah menjadi fokus Perpustakaan ITS dalam waktu dekat. Gagasan tersebut meliputi layanan konseling untuk mendukung kesehatan mental, pengembangan ruang ekspresi mahasiswa, serta perluasan layanan inklusif. Agus berharap upaya ini dapat memperkuat kontribusi Perpustakaan ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. (za).


