Google search engine
HomePendidikanSiapkan Generasi Tangguh, ITS Bekali 1.000 Siswa dengan Kesiapsiagaan Bencana

Siapkan Generasi Tangguh, ITS Bekali 1.000 Siswa dengan Kesiapsiagaan Bencana

SURABAYA-kanalsembilan.com (29 Oktober 2026)

Guna membekali pelajar dengan kemampuan menghadapi risiko bencana sejak dini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) meresmikan Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana.

Kegiatan yang memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada ribuan siswa dari jenjang SD hingga SMA di Jawa Timur tersebut berlangsung di Gedung Pusat Robotika ITS, Kamis (29/10).

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Dr Adhy Karyono AKs MAP dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebagai langkah mengurangi risiko bencana. Menurutnya, penguatan mitigasi sebelum bencana terjadi dapat membantu menekan dampak saat keadaan darurat.

“Ketika kesiapsiagaan mitigasinya kuat, 70 persen risiko dapat berkurang saat tanggap darurat,” tegasnya.

Adhy menambahkan, kesiapsiagaan perlu dimulai dari kemampuan individu dalam mengenali potensi bahaya dan melakukan penyelamatan diri. Pasalnya, masyarakat yang berada di lokasi kejadian menjadi pihak pertama yang dapat bertindak sebelum bantuan tiba. “Pada kesempatan pertama, jangan berharap langsung ada yang menolong, kita harus menolong diri sendiri dulu,” ujarnya mengingatkan.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD menyampaikan pentingnya membekali pelajar dengan pengetahuan kebencanaan. Ia juga berharap agar para peserta ini dapat menjadi duta kebencanaan di sekolah, keluarga, dan lingkungan tempat tinggal masing-masing. “Ingat tiga kunci utama: kenali, siapkan, dan lakukan,” pesannya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pusat Studi MKPI ITS Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD menjelaskan bahwa Indonesia, termasuk Jawa Timur, memiliki beragam potensi bencana yang perlu dikenali sejak dini. Melalui program ini, pelajar dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu mengambil langkah tepat ketika menghadapi situasi darurat.

“Detik-detik awal sangat berharga sebelum tim penyelamat seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) atau SAR datang,” jelasnya.

Program ini menyasar 1.000 siswa dari wilayah Gerbangkertosusilo, yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dikemas melalui edukasi interaktif, simulasi Virtual Reality (VR), serta pengenalan materi kebencanaan melalui Education Booth.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Pusat Studi MKPI ITS Dr Berlian Al-Kindhi SST MT menyampaikan bahwa pendekatan tersebut dirancang agar pelajar dapat memahami dan menerapkan pengetahuan kebencanaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diharapkan mampu menyebarkan pemahaman tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. “Mereka bisa menjadi agen di sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk memberitahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” paparnya.

Selain pembelajaran di dalam ruangan, peserta mengikuti pelatihan praktik sesuai jenjang pendidikan. Siswa SD memperoleh simulasi pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sedangkan siswa SMP dan SMA mengikuti pelatihan keselamatan diri, pertolongan pertama, serta prosedur evakuasi bersama Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS dan BPBD Jawa Timur.

Rangkaian kegiatan diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Para peserta juga diproyeksikan menjadi Sahabat Tangguh Bencana yang dapat meneruskan edukasi kepada teman, keluarga, dan masyarakat sekitar. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments