Google search engine
HomePendidikanKenali Penyadapan Gawai, Pakar ITS Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Kenali Penyadapan Gawai, Pakar ITS Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

SURABAYA-kanalsembilan.com (6 November 2026)

Maraknya penggunaan gawai untuk bertukar informasi turut meningkatkan risiko penyalahgunaan data pribadi melalui berbagai bentuk serangan digital. Menanggapi hal tersebut, pakar dari Program Studi Teknik Telekomunikasi ITS Dr Ir Wirawan DEA membeberkan mekanisme penyadapan dan langkah antisipasi pengamanan yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Menurut Wirawan, penyadapan komunikasi tidak selalu dilakukan dengan mengakses perangkat secara langsung, tetapi juga dapat berlangsung melalui infrastruktur jaringan telekomunikasi. Dalam proses tersebut, pihak penyadap dapat memperoleh salinan data tanpa menghilangkan data yang diterima oleh penerima. “Informasi itu bisa disalin, sementara informasi aslinya tetap ada,” jelas Wirawan.

Seiring perkembangan teknologi, metode penyadapan semakin sulit dikenali karena tidak selalu membutuhkan interaksi dari pemilik perangkat. Salah satunya adalah metode zero-click yang memungkinkan serangan berlangsung tanpa perlu pengguna mengeklik tautan atau membuka berkas tertentu.

“Sekarang teknologinya sudah zero-click, penggunanya tidak melakukan apa-apa, tapi itu sudah bisa dilakukan,” ungkapnya mengingatkan.

Perkembangan tersebut membuat pengguna tidak dapat memastikan penyadapan hanya berdasarkan perubahan kondisi gawai. Bahkan, penyadapan yang berlangsung melalui pusat jaringan telekomunikasi belum tentu meninggalkan jejak pada perangkat korban.

“Setahu saya sulit untuk mengenali perubahan yang terjadi pada gawai,” tuturnya ketika menjelaskan kemungkinan masyarakat mengenali tanda gawai yang sedang disadap.

Selain penyadapan, masyarakat juga perlu memahami bentuk serangan digital lain yang kerap disalahartikan sebagai tindakan serupa. Pengambilalihan akun WhatsApp dan penyamaran identitas, misalnya, dapat dimanfaatkan pelaku untuk menipu korban maupun meminta sejumlah uang. Menurut Wirawan, tujuan utama penyadapan sendiri adalah memperoleh informasi dari pihak yang menjadi sasaran.

Penanganan terhadap dugaan penyadapan perlu mempertimbangkan metode serangan dan bagian perangkat yang telah terkompromi. Tindakan yang dapat dilakukan antara lain membersihkan perangkat, memasang ulang sistem operasi, atau mengganti kartu SIM apabila sumber serangan berada pada bagian tersebut.

“Salah satu upaya preventif-nya bisa dengan mengaktifkan update otomatis pada sistem perangkat seluler,” tekannya mengimbau.

Selain penanganan perangkat, masyarakat juga perlu mewaspadai risiko pencurian data melalui koneksi internet publik. Pasalnya, jaringan Wi-Fi palsu dapat menyerupai jaringan resmi dan mengelabui pengguna agar terhubung ke titik akses yang tidak aman.

“Pastikan dulu kepada pengelola tempat apakah jaringan Wi-Fi tersebut benar-benar milik mereka,” pesannya.

Kewaspadaan digital juga perlu diterapkan ketika menggunakan berbagai layanan daring, termasuk aplikasi dan layanan kecerdasan buatan. Pengguna sebaiknya memahami pemanfaatan data oleh layanan tersebut serta tidak sembarangan membagikan informasi pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Melalui peningkatan kesadaran terhadap keamanan informasi, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments