Reporter: Nailah Rifdah Zakiyah
Redaktur: Zainuddin Qodir
SURABAYA-kanalsembilan.com (5 November 2026)
Dalam upaya memperkuat langkah menuju World Class University (WCU), Institut
Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui peluncuran program gelar ganda (Double
Degree) antara Program Magister Desain Interior ITS dengan University College Sedaya
International atau yang dikenal sebagai UCSI University, Malaysia.
Kepala Departemen Desain Interior ITS Dr Anggra Ayu Rucitra ST MMT mengungkapkan
bahwa kolaborasi ini merupakan kerja sama gelar ganda internasional pertama yang dijalin
oleh Departemen Desain Interior ITS.
Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan daya saing pendidikan desain interior Indonesia di kancah global.
“Kami ingin
mahasiswa mampu membawa kekayaan pengetahuan desain Indonesia ke dalam percakapan
akademik global,” jelasnya.
Alumnus doktoral Arsitektur ITS tersebut menilai pemahaman lintas budaya penting dalam
desain interior karena ruang erat kaitannya dengan perilaku dan nilai masyarakat.
Pengalaman akademik di Indonesia dan Malaysia diharapkan dapat memperluas perspektif
mahasiswa dalam memahami hubungan manusia dengan lingkungan binaannya.
“Saya berharap desain interior Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional,”
Dr Anggra Ayu Rucitra ST MMT harapnya.
Terhitung sejak 27 Oktober 2026, dua mahasiswa telah mengikuti program gelar ganda
tersebut.
Anggra menjelaskan bahwa program magister ini memiliki masa studi minimal dua
tahun, dengan pembagian satu tahun perkuliahan di ITS dan satu tahun berikutnya di UCSI
University, Malaysia.
Akan tetapi, ketentuan tersebut dapat disesuaikan berdasarkan
kesepakatan kedua institusi. “Pengaturan ini didukung dengan pemenuhan administrasi
akademik, persyaratan visa, serta pelaksanaan pembimbingan riset bersama,” ujarnya.
Alumnus S1 ITS tersebut menilai kolaborasi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk
memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional.
Melalui program tersebut, mahasiswa berkesempatan menempuh pembelajaran di dua lingkungan akademik yang
berbeda, yakni memperoleh perspektif keilmuan yang lebih beragam serta mengembangkan
penelitian melalui bimbingan bersama dari kedua institusi.
Selain memperoleh dua gelar setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik, mahasiswa
juga berkesempatan memperluas jejaring akademik dan profesional.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk pengembangan karier, kolaborasi riset, hingga studi lanjut.
Anggra menambahkan, UCSI juga menawarkan peluang jalur cepat (fast track) menuju jenjang
doktor (PhD) bagi mahasiswa dengan prestasi akademik dan potensi riset yang unggul.
“Kesempatan ini membuka jalur studi lanjut yang lebih terarah bagi mahasiswa yang ingin
mendalami riset,” tutur mantan Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS ini.
Kolaborasi magister gelar ganda ini menjadi bukti nyata atas dukungan ITS terhadap
Sustainable Development Goals (SDGs) terutama poin ke-17 tentang Kemitraan untuk
Mencapai Tujuan. Anggra menargetkan perluasan partisipasi perluasan partisipasi
mahasiswa, penguatan riset dan publikasi bersama, serta pertukaran pengetahuan antardosen.
“Kerja sama dengan UCSI ini menjadi awal dari pengembangan kemitraan dengan beragam
perguruan tinggi desain di luar negeri,” ungkapnya penuh harap. (zaki).


