SURABAYA-kanasembilan.com
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, mengatakan sampai dengan Maret 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 23,40 persen.
Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), peningkatan bidang konektivitas dan ketahanan pangan. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang tetap terjaga sesuai target yang ditetapkan sampai dengan Triwulan I 2025.
Pada kesempatan ini, Kepala LPS II Provinsi Jawa Timur, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa LPS memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjaminan simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. LPS menjamin penuh lebih dari 617 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,5 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,98% dari total rekening.
Kuatnya perekonomian Jawa Timur Triwulan I 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan akan berlanjut pada Triwulan II 2025. “Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2025 diprakirakan akan terus membaik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,5±1%”, ucap Ibrahim.
Menurut Ibrahim ke depan, BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS II Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jatim.
Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara serta mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. (za).


