Berdakwah Karena Islam, Bukan Karena Harokah Dan Komunitasmu.
✅Jadikan dirimu orang yang mengajak kepada kebaikan, walaupun dirimu bukan Ustadz, Ustadzjah, atau Pendakwah. Dan jadilah orang yang paling ikhlas bukan yang paling baik karena dalam kebaikan belum tentu ada keikhlasan. Hidup menjadi bernilai apabila di gunakan untuk akhirat, maka jadilah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah lebih baik dari mereka, diantara mereka yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”. (QS. Ali-Imran: 110).
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Jika kamu berbuat baik (berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri). Jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untukmu sendiri (QS. Al-Israa’: 7).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia”. (HR. Ahmad, at-Tabhrani, ad-Daruquthi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahihul Jami’, no.3289).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat”. (HR. Bukhari, no.3461).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang menyampaikan satu ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikannya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala”. (HR. Bukhari).
⛔Jangan diam melihat kemaksiatan dan kemungkaran. Jangan jadikan kemaksiatan dan kemungkaran itu suatu kebiasaan, kelak kita tidak kenal apa itu dosa dan pahala. Nanti kelak di akhirat kita akan ditanya dan semua ada pertanggungjawaban dihadapan Alloh ‘Azza wa Jalla.‼️
Imam Ibnu Quthaibah rahimahullah berkata:
“Kebathilan akan hanya menguat jika didiamkan saja tanpa dibantah”. (Lihat Iktilaf, hal.60).
✅Mustahil jika semua orang menyukaimu, sebaik apapun kamu pasti tetap ada yang tidak suka dan membenci. Jangan hiraukan orang yang membencimu karena kita hidup mencari ridho Alloh ‘Azza wa Jalla bukan mencari ridho manusia. Teruslah berbuat kebaikan dan jangan pernah lelah karena kita tidak tahu amalan apa yang akan membawa kita ke surga-Nya kelak di akhirat.
Biarlah orang lain dengan pemikirannya masing-masing, kewajiban
kita adalah untuk terus memperbaiki diri. Terjebak dalam pemikiran negatif orang akan merugikan diri kita sendiri.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa yang berserah diri kepada Alloh, sedang dia berbuat kebajikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada simpulan tali yang kukuh. Hanya kepada Alloh kesudahan segala urusan”. (QS. Luqman: 22).
Teruslah Berdakwah..
✅Tidak ada kebaikan dalam ucapan,
Kecuali dengan perbuatan..
Tidak ada kebaikan dalam ilmu,
Kecuali dengan pengamalan..
Tidak ada kebaikan dalam sedekah,
Kecuali dengan ketulusan..
Tidak ada kebaikan dalam harta,
Kecuali dengan kedermawanan..
Tidak ada kebaikan dalam persahabatan,
Kecuali dengan kesetiaan..
Tidak ada kebaikan dalam hidup,
Kecuali dengan mengumpulkan bekal..
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”. (QS. Al-Baqarah: 197).
#nasehatdiri
#cahayahidayah
#duniasementaraakhiratselamanya.
✅Umat Islam adalah umat terbaik jika mereka memahami kewajiban berdakwah. Mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Siapapun wajib berdakwah. Dakwah tidak hanya tugas para Nabi dan Rasul. Dakwah pun bukan tugas ustadz dan kiyai saja. Dakwah bukan pula kewajiban bagi yang bergelar LC, MA saja. Tapi, kita semua yang merasa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya wajib berdakwah.
✅Dakwah tak harus hafal Al-Qur`an dulu. Dakwah tak harus pintar ilmu hadits dulu. Dakwah tak mesti bisa nahwu sharaf dulu. Berdakwah lah sembari terus memahami Al-Qur`an, mempelajari hadits, ilmu bahasa Arab, perbaikan diri, dan apa yang menjadi penunjang lainnya.
✅Kita semua adalah da’i. Pelajar, mahasiswa, karyawan, guru, dosen, marbot masjid, tukang becak, tukang bangunan, ibu rumah tangga, designer, ya semuanya. Sebab Allah telah bersumpah semua manusia itu rugi kecuali yang beriman, beramal shalih, dan yang berdakwah.
وَالۡعَصۡرِۙ • اِنَّ الۡاِنۡسَانَ لَفِىۡ خُسۡرٍۙ • اِلَّا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوۡا بِالۡحَقِّ ۙ وَتَوَاصَوۡا بِالصَّبۡرِ
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu (benar-benar) berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (TQS. al ‘Ashr [103]: 1-3)
Berdakwahlah tanpa menunggu sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Semoga istiqamah
(gwa-saudara-muslim-2).


