Google search engine
HomeUncategorizedBukan Hanya Soal Aset, Wealth Wisdom 2026 Surabaya Bahas Tujuan Hidup, Kesehatan,...

Bukan Hanya Soal Aset, Wealth Wisdom 2026 Surabaya Bahas Tujuan Hidup, Kesehatan, dan Cara Membaca Pasar

SURABAYA-kanalsembilan.com (9 Oktober 2026)

Kekayaan bukan hanya tentang seberapa besar aset yang dimiliki, tetapi juga bagaimana seseorang menjalani kehidupan, menjaga kesehatan, serta mengambil keputusan untuk mempersiapkan masa depan.

Perspektif tersebut menjadi bagian dari Wealth Wisdom 2026 di Surabaya, yang menghadirkan tiga kelas untuk membahas tujuan hidup, kesehatan, dan cara membaca dinamika pasar sebagai bagian dari perjalanan membangun ketahanan.

Memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya, Wealth Wisdom 2026 mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” dengan semangat “Growing Together Through Changes.” Melalui rangkaian edukasi dan pertukaran perspektif, Permata Bank terus mendampingi nasabah dalam melihat wealth secara lebih holistik—mulai dari menemukan tujuan hidup, membangun fondasi finansial, mengembangkan aset dan bisnis, menjaga kesehatan, hingga mempersiapkan generasi berikutnya.

Menemukan Tujuan dari Pengalaman Hidup
Kelas “Living with Purpose Through Changes” bersama Andy F. Noya, Senior Journalist dan Tokoh Media Indonesia, mengajak peserta melihat kembali pengalaman hidup sebagai bagian dari proses menemukan tujuan dan makna.

Andy membuka sesinya dengan tiga pertanyaan reflektif: “Mengapa aku ada di dunia? Untuk apa aku ada di dunia ini? Dan apa rencana Tuhan dalam hidupku?” Menurutnya, pertanyaan tersebut dapat membantu seseorang melihat kembali pengalaman hidup dan menemukan benang merah dari berbagai perubahan yang pernah dilalui.

Bagi Andy, pengalaman hidup termasuk tantangan, kesalahan, dan berbagai perubahan dapat menjadi sumber pembelajaran untuk menemukan apa yang dapat kita kontribusikan bagi orang lain.

“Kadang-kadang, kita tidak tahu apa rencana Tuhan dalam hidup kita. Karena itu, ketika melihat kembali pengalaman hidup, kita bisa menemukan jawaban atas pertanyaan: ternyata ini tugas saya di dunia,” ujar Andy.

Pengalaman tersebut turut menjadi bagian dari perjalanan Andy dalam membangun berbagai inisiatif sosial, termasuk melalui Kick Andy Foundation dan BenihBaik.com. Bagi Andy, pengalaman sulit yang pernah dilalui dapat menjadi sumber empati dan alasan untuk menanamkan kebaikan selama masih memiliki kesempatan.

Menjaga Kesehatan sebagai Fondasi Ketangguhan
Perspektif mengenai ketahanan juga dibahas melalui kelas “Healthy Body, Resilient Mind”, yang menghadirkan Ade Rai, Professional Natural Bodybuilder, serta Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist & Interventional Cardiologist.

Dalam sesi ini, peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh, membangun kebiasaan hidup sehat, serta memahami batas kemampuan diri di tengah aktivitas yang padat. Pembahasan juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup yang konsisten.

Sebagai dokter spesialis jantung yang berpraktik di bidang kardiologi intervensi, Dr. dr. Jajang Sinardja menjelaskan bahwa masalah kardiovaskular dapat berkembang secara bertahap tanpa selalu memberikan tanda yang jelas sejak awal.

Sejumlah kebiasaan sehari-hari yang terlihat sederhana mulai dari pola makan berlebihan, kurang bergerak, kurang tidur, hingga stres yang berkepanjangan dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular apabila berlangsung dalam jangka panjang.

“Serangan jantung memang bisa mendadak, bahkan sebagian besar tidak ada keluhan. Tetapi perlu diingat, prosesnya tidak pernah mendadak. Hal tersebut terjadi karena akumulasi kebiasaan-kebiasaan buruk yang jarang kita sadari,” ujar Dr. dr. Jajang.

Melengkapi perspektif medis tersebut, Ade Rai membagikan pandangan mengenai pentingnya membangun kebiasaan hidup aktif dan pola makan yang lebih sadar sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran. Ia menekankan bahwa perubahan gaya hidup perlu dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Ade Rai juga mengajak peserta untuk lebih memperhatikan keseimbangan antara asupan energi dan aktivitas fisik. Menurutnya, aktivitas sehari-hari tidak harus selalu berupa latihan dengan intensitas tinggi; membangun kebiasaan untuk lebih banyak bergerak juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih aktif.

“Tubuh kita punya cadangan energi dalam bentuk lemak. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menggunakan cadangan energi tersebut dengan baik,” jelas Ade Rai.

Membaca Perubahan Pasar untuk Membangun Masa Depan
Aspek ketahanan finansial kemudian dilihat dari perspektif pasar melalui kelas “Reading the Market, Building the Future”, bersama Gema Goeyardi, Financial Educator, dan Eri Kusnadi, Director PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

Gema membahas bagaimana perubahan kondisi ekonomi global dan regional dapat memengaruhi pasar, mulai dari arah suku bunga global, perkembangan harga minyak, kebijakan ekonomi, hingga sentimen investor.

Menurutnya, memahami perubahan tersebut menjadi penting agar investor dapat melihat risiko sekaligus peluang secara lebih bijak. Ia juga menekankan pentingnya membangun pemahaman investasi sebelum mengambil keputusan, alih-alih sekadar mengikuti pergerakan pasar atau tren yang sedang berkembang.

“Kalau pasar sedang merah, itu bukan berarti semuanya buruk. Yang penting adalah kita tahu apa yang sedang terjadi dan kapan harus mengambil keputusan,” ujar Gema.

Senada dengan itu, Eri menjelaskan bahwa investor perlu melihat dinamika ekonomi secara lebih luas, termasuk perkembangan inflasi, suku bunga, kondisi likuiditas, nilai tukar, serta berbagai faktor global yang dapat memengaruhi arus investasi.

“Perubahan kondisi global yang ditandai oleh dinamika kebijakan moneter, ketegangan geopolitik, dan perkembangan ekonomi berbagai negara membuat investor perlu memiliki perspektif jangka panjang dalam mengambil keputusan,” kata Eri.

Melihat Kekayaan secara Lebih Menyeluruh
Beragam perspektif yang dibahas dalam Wealth Wisdom 2026 Surabaya menunjukkan bahwa membangun ketahanan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengelola aset.

Ketiganya membawa pesan yang sama: membangun kekayaan bukan hanya tentang apa yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga tentang memiliki arah, menjaga kemampuan untuk terus menjalani kehidupan, dan membuat keputusan yang membantu mempersiapkan masa depan.

Melalui Wealth Wisdom, Permata Bank terus menghadirkan ruang bagi nasabah untuk memperluas perspektif mengenai kekayaan dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan dalam perjalanan finansial maupun kehidupan.

Informasi lebih lanjut mengenai Wealth Wisdom 2026 dapat diakses melalui: www.permatabank.com/id/article/wealth -wisdom -2026. (za).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments