Google search engine
HomeAgamaCelaan Terhadap Pelaku Bid'ah

Celaan Terhadap Pelaku Bid’ah

Pada satu hadits yang berbicara tentang kondisi manusia pada hari kiamat kelak di padang mahsyar ataupun ketika mereka melewati proses demi proses pada hari kiamat nanti. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ…

“Aku adalah orang yang mendahului kalian sampai di telaga.”

Ini adalah telaga yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan untuk Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan umat beliau.

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.”

Salah satu tafsir dari Al-Kautsar ini adalah telaga yang Allah berikan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Disebut Telaga Kautsar karena sumber airnya dari sungai di surga yang bernama Sungai Al-Kautsar.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunggu umat beliau di telaga tersebut dan mengajak mereka untuk menyinggahinya dan minum dari airnya. Disebutkan di dalam hadits tentang sifat telaga ini lebih manis daripada madu, lebih putih daripada susu, barangsiapa yang meminumnya, maka dia tidak akan dahaga selama-lamanya.

“Tetapi ada beberapa orang yang terhalang untuk mendatangi telaga itu.” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memanggil mereka dengan berkata:

يَا رَبِّ أَصْحَابِي

“Ya Allah, umatku.”

Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan perkara bid’ah atau yang jatuh dalam bid’ah tidaklah dikafirkan, mereka masih bagian dari kaum muslimin, hanya saja mereka melakukan satu kesalahan besar, yaitu membuat-buat syariat baru di dalam agama yang itu tidak diizinkan sama sekali.

Maka dijelaskan kepada Nabi sebab orang-orang ini terhalang untuk mendatangi telaga beliau, dikatakan:

إِنَّكَ لاَ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Engkau tidak tahu perkara-perkara baru yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa Nabi tidak tahu apa yang terjadi pada umat beliau setelah beliau wafat. Hal ini karena beliau tidak lagi hidup di dunia/sudah berpindah ke alam yang lain.

Kita tahu bid’ah ini berkembang sepeninggal Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, di akhir masa sahabat yang mulia muncul bid’ah Qadariyah, muncul bid’ah Rafidhah dan beberapa bid’ah-bid’ah lainnya.

Wallahu’alam.

(gwa-saudara-muslim-2).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments