Fawaid Hadist #167 |
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَف، وَإذَا اؤْتُمِنِ خَانَ
“Tanda orang munafik ada tiga, yaitu jika ia berbicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari, dan jika ia diberi amanat ia berkhianat.”
Dalam riwayat lain “Sekalipun orang itu berpuasa dan shalat dan mengaku bahawa dirinya adalah seorang Muslim.”
(HR. Al-Bukhari, no. 33, 2682 dan Muslim, no. 59).
Baca juga : https://almanhaj.or.id/6851-sifat-orang-munafik-dalam-urusan-ibadah.html
Faidah hadist :
1 Pelajaran bahwa yang dimaksud dengan munafik disini adalah orang yang merahasiakan keburukan dan menampakkan kebaikan. Dalam hadis ini nifak yang dimaksud adalah kemunafikan amal dan bukan keyakinan. Kalau nifak keyakinan adalah mereka yang menyembunyikan kekafirannya dan menampakkan keislamannya secara zahir. Batinnya menyelisihi lahiriahnya, tempat masuknya menyelisihi tempat keluarnya.
2. Nifak itu ada dua macam, yaitu nifak kecil dan nifak besar. Nifak kecil ialah berperilaku sebagaimana perilaku orang-orang munafik, seperti yang tersebut dalam hadits di atas, dengan tetap ada iman dalam hati. Nifak jenis ini tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama, namun termasuk sarana menuju kekufuran. Jika perilaku-perilaku tersebut terus-menerus ia lakukan, tidak menutup kemungkinan ia akan terjerembab dalam kemunafikan besar atau nifaq keyakinan.
3. Nifak atau pelakunya disebut munafik merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya. Jika tidak ditangani sesegera mungkin akan mengakibatkan penderitanya binasa. Penyakit ini adalah penyakit yang amat menjijikkan dan mengakibatkan penyimpangan yang amat buruk.
4. Kemunafikan itu muncul pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah perang Badar, ketika banyak para pemimpin Quraisy yang terbunuh di perang Badar, sehingga kemenangan ada di pihak orang Islam, nampaklah kemunafikan, orang-orang munafik ini menampakkan dirinya bahwa ia adalah muslim, padahal sebenarnya mereka itu kafir alias menyembunyikan kakafirannya dalam dada.
5. Orang-orang munafik memiliki tanda-tanda yang akan diketahui oleh orang yang diberikan firasat dan cahaya di dalam hati oleh Allah Ta’ala, orang munafik diketahui oleh orang yang mengikuti gerak-geriknya. Juga dalam banyak hal terdapat tanda-tanda yang jelas dan tidak perlu menggunakan firasat, di antaranya, adalah tiga sifat yang telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis ini.
Allâh Azza wa Jalla berfirman :
وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَٰتُهُمْ إِلَّآ أَنَّهُمْ كَفَرُوا۟ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ وَلَا يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَٰرِهُونَ
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan [At-Taubah/9:54]
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allâh, dan Allâh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allâh Azza wa Jalla kecuali sedikit sekali [An-Nisȃ’/4:142]
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allâh, maka Allâh melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik [At-Taubah/9:67]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا سَرَّتْكَ حَسَنَتُكَ وَسَاءَتْكَ سَيِّئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ
Jika perbuatan baikmu membuatmu gembira dan perbuatan burukmu membuatmu bersedih, berarti kamu seorang Mukmin” [HR. Ahmad, 5/252; Ibnu Mȃjah, 1/200; Al-Hȃkim, 1/14. as-Silsilah ash-Shahîhah, no. 550]
أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ الْعِشَاءُ وَالْفَجْرُ
Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh [HR. Al-Bukhâri, 2/165 dan Muslim, 5/154]
6. Pelajaran dalam hadist “Jika ia berbicara ia berdusta” misalnya ia mengucapkan, “Fulan melakukan ini dan itu,” namun jika anda perhatian ternyata ia berdusta, kerana Fulan ini tidaklah melakukan apa-apa. Jika anda ketahui bahwa orang itu berdusta, maka ketahuilah bahwa dalam hatinya terdapat cabang kemunafikan.
7. Dalam hadis “Jika ia berjanji ia mengingkari” dia berjanji kepadamu namun berkhianat, misalnya ia berkata, “Saya akan datang ke rumahmu pada jam tujuh pagi,” tapi ternyata ia tidak datang, atau ia mengatakan, “Saya akan datang ke rumahmu besok setelah Zhuhur,” namun ia tidak datang juga. Ia berkata, “Saya akan berikan kamu ini dan itu,” tapi ia tidak memberikanmu apa-apa.
Adapun orang mukmin jika ia berjanji, maka ia akan menepatinya.
8. Dalam hadis “Jika ia beri amanat ia berkhianat”. Orang munafik jika kamu mengamatinya untuk menjaga harta, maka ia akan mengkhianatinya. Jika ia diberikan amanat untuk menjaga rahasia di antaramu, maka ia pun akan khianat. Jika diberikan amanat pada keluargamu ia juga khianat, jika diberikan amanat dalam hal jual-beli ia berkhianat kepadamu, sebagaimana jika kamu berikan ia amanat untuk menjaga sesuatu ia juga khianat padamu. Na’udzu Billah. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam hatinya terdapat cabang dari cabang-cabang kemunafikan.
Wallahu Ta’ala A’lam.
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag
Referensi Utama: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.
(gwa-majelis-ilmu-3).


