Catatan Agus M Maksum, Inisiator Kopi Tracebility ISMI/TDC ITS/ BAPPENAS
Pada 28 Oktober 2026, Coffee Traceability diluncurkan di Shangri-La Surabaya. Kenali kopi terkurasi dengan asal-usul yang dapat ditelusuri melalui QR code. Saatnya kantor, hotel, kafe, dan bisnis Anda ikut membangun masa depan kopi Indonesia!
Bayangkan, suatu hari Anda menyuguhi tamu secangkir kopi. Bukan sekadar kopi yang enak, tetapi kopi yang memiliki cerita, asal-usul yang jelas, dan dapat ditelusuri melalui teknologi digital.
Pada 28 Oktober 2026, di Shangri-La Surabaya, peluncuran Coffee Traceability direncanakan menjadi momentum penting bagi pengembangan ekosistem kopi Indonesia. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Ketua Dewan Kopi Indonesia, Menteri UMKM, dan para pemangku kepentingan lainnya direncanakan terlibat dalam momentum ini.
Mengapa kita perlu peduli?
Karena masa depan kopi bukan hanya tentang rasa. Masa depan kopi juga tentang kepercayaan, identitas, teknologi, dan kemampuan membawa cerita petani sampai kepada konsumen.
Apa sebenarnya Coffee Traceability?
Sederhananya, Coffee Traceability adalah kemampuan menelusuri perjalanan kopi dari asalnya hingga menjadi produk yang dinikmati konsumen.
Dari daerah mana kopi itu berasal? Bagaimana identitas produk dan proses pengolahannya? Apa yang membuat kopi tersebut istimewa?
Informasi yang tersedia dapat diakses melalui QR code pada produk. Konsumen tidak hanya membeli kopi, tetapi juga dapat mengenali cerita di baliknya.
Dalam ekosistem yang dikembangkan, produk kopi dipersiapkan untuk melalui proses kurasi Dewan Kopi. Untuk produk yang memenuhi persyaratan, informasi asal tunggal atau single origin dapat menjadi bagian dari identitas yang diperkenalkan kepada konsumen.
Bayangkan kopi Gayo, Toraja, Sidikalang, Java Preanger, dan berbagai kopi Nusantara lainnya. Masing-masing punya karakter, daerah asal, petani, serta cerita yang berbeda.
Selama ini, banyak cerita itu berhenti di kebun atau hanya dikenal oleh kalangan tertentu. Teknologi membuka peluang agar cerita tersebut sampai ke meja konsumen, ruang rapat, kafe, hotel, dan pasar digital.
Mengapa ini menjadi tren?
Dunia semakin memperhatikan asal-usul dan keterlacakan produk. Konsumen ingin mengetahui apa yang dibeli, dari mana produk berasal, dan bagaimana produk tersebut dihasilkan.
Teknologi digital memungkinkan informasi itu diakses dengan lebih mudah. Dalam industri kopi, keterlacakan dapat membantu membangun kepercayaan, memperkuat identitas daerah, dan meningkatkan nilai tambah produk.
Indonesia memiliki kekayaan kopi yang luar biasa. Tantangannya adalah menghubungkan kekayaan tersebut dengan teknologi, pemasaran, dan pasar yang lebih luas.
Kita tidak cukup hanya menjadi penghasil biji kopi. Kita perlu membangun merek, memperkenalkan cerita, memperkuat rantai nilai, dan memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh petani serta pelaku usaha.
Bayangkan jika kantor Anda menjadi bagian dari trend ini
Anda memiliki kantor. Setiap hari ada tamu, rapat bisnis, pertemuan dengan mitra, atau kunjungan calon investor.
Biasanya, apa yang disuguhkan?
Kopi.
Sekarang bayangkan kopi yang disajikan adalah kopi dalam ekosistem Coffee Traceability. Ketika tamu bertanya, Anda dapat bercerita:
“Ini kopi dari Gayo. Silakan pindai QR code-nya untuk melihat informasi produk dan asal-usulnya.”
Percakapan pun berkembang. Dari kopi, obrolan berlanjut ke petani, daerah, teknologi, dan peluang bisnis.
Kopi memang punya keistimewaan. Presiden bisa berbicara tentang kopi dengan presiden. Petani berbicara dengan petani. Di warung, di kantor, di kafe, bahkan di pinggir jalan, kopi selalu punya cerita.
Kini, secangkir kopi bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan identitas daerah dan teknologi digital Indonesia.
Hal yang sama dapat diterapkan di hotel, restoran, kantin, ruang pertemuan, kafe, maupun fasilitas hospitality lainnya. Kopi bukan hanya suguhan, tetapi juga bagian dari pengalaman menerima tamu.
Dalam ekosistem Coffee Traceability, setiap konsumen yang memindai QR code produk akan memperoleh reward sosial atau kredit sosial dalam bentuk token aset kripto digital. Dengan demikian, konsumen tidak hanya menikmati kopi dan menelusuri asal-usulnya, tetapi juga mendapatkan token sebagai bagian dari ekosistem digital yang menghubungkan konsumen, pelaku usaha, dan petani kopi Indonesia.
Jangan hanya menjadi penonton
Peluncuran 28 Oktober mendatang menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh bagaimana teknologi, petani, konsolidator, pelaku usaha, dan konsumen dapat terhubung dalam satu ekosistem kopi.
Bagi pemilik kantor, perusahaan, hotel, kafe, restoran, kantin, maupun pelaku usaha, ini saat yang tepat untuk mulai melihat peluangnya.
Kenali produknya. Pelajari sistemnya. Pertimbangkan untuk menyediakan stok kopi yang masuk dalam ekosistem Coffee Traceability. Buka peluang kerja sama dengan pemasok dan pelaku usaha kopi daerah.
Tidak perlu menunggu sampai semua orang melakukannya. Perubahan sering kali dimulai dari mereka yang bersedia mencoba lebih dahulu.
28 Oktober 2026 — Shangri-La Surabaya.
Mari menjadi bagian dari momentum pengembangan Coffee Traceability Indonesia.
Satu cangkir kopi. Satu cerita tentang daerah. Satu peluang untuk memperkuat petani dan ekonomi Indonesia.
Coffee Traceability: ketika kopi tidak hanya dinikmati, tetapi juga dikenali, ditelusuri, dan dihargai.


