Google search engine
HomeDewan DakwahDA’I MUDA PERKUAT SINERGI DAKWAH DALAM SILATURAHMI BERSAMA DR. KH. FATHUR ROHMAN,...

DA’I MUDA PERKUAT SINERGI DAKWAH DALAM SILATURAHMI BERSAMA DR. KH. FATHUR ROHMAN, M.PD.I

Laporan : Ahmad Rizqi Bidang Media Da’i Muda

Da’i Muda Silaturahmi ke Ponpes eLKISI dan disambut dengan hangat oleh Dr. KH. Fathur Rohman, M.Pd.I selaku Pimpinan dan bebera Asatidz Pondok. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi, kaderisasi, serta arah gerakan dakwah ke depan.

Acara diawali dengan pengantar dari Ustadz Suwandi yang memperkenalkan para anggota dari berbagai bidang. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dalam perjuangan dakwah. Ia mengutip pesan bahwa kemenangan tidak akan tercapai tanpa kebersamaan dan kolaborasi yang kuat.

“Ke depan, pembinaan Da’i Muda harus terus berjalan agar estafet dakwah tetap terjaga dan semakin bersemangat,” ujar Ustadz Suwandi.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan rencana pelaksanaan Dauroh Da’i Muda ke-2 yang akan digelar di Al Hilal. Selain itu, Da’i Muda diarahkan untuk mulai membangun kemandirian ekonomi sebagai penopang aktivitas dakwah. Salah satu langkah konkret yang direncanakan adalah pengembangan usaha ayam petelur sebagai sumber pendanaan kegiatan.

Sementara itu, K.H. Fathurrahman dalam nasihat dan arahannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. Ia menilai, kondisi da’i saat ini memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan generasi sebelumnya, terutama dalam hal semangat dan kedekatan yang mulai berkurang akibat dominasi komunikasi digital.

“Pertemuan langsung itu penting. Dakwah tidak cukup hanya melalui media, tetapi juga membutuhkan kedekatan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya kaderisasi dakwah yang berkelanjutan. Ia mencontohkan kasus di Ponorogo, di mana dakwah sempat terhenti karena tidak adanya penerus setelah wafatnya seorang da’i. Hal ini, menurutnya, menjadi pelajaran penting agar setiap gerakan dakwah memiliki regenerasi yang matang.

Lebih lanjut, K.H. Fathurrahman mendorong agar para santri dilibatkan dalam kegiatan dauroh, khususnya pada bulan Ramadhan, guna menjawab kebutuhan da’i yang semakin meningkat. Ia menegaskan bahwa dakwah bukan sekadar pilihan, melainkan perintah yang harus dijalankan.

Dalam aspek operasional, beliau mengingatkan pentingnya kemandirian, termasuk dalam hal pembiayaan dakwah. Ia mengutip ajaran untuk berjuang dengan harta, yang menjadi dorongan agar para da’i mulai membangun kekuatan dari diri sendiri.

Selain itu, beliau juga mengajak untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pondok pesantren Manarul Islam, Persis Bangil, Maskumambang, serta menjalin sinergi dengan lembaga dan instansi seperti Kementerian Pertanian dan LAZNAS.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat gerakan Da’i Muda yang lebih terstruktur, mandiri, dan mampu menjawab tantangan dakwah di era modern. (Dewandakwahjatim.com)

Admin: Kominfo DDII Jatim

Editor: Syayid Ghozali

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments