YOGYAKARTA-kanalsembilan.com (22 Mei 2026)
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono memaparkan kinerja serta progres pembangunan jalan tol di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pencapaian tersebut disampaikan dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI yang berlangsung di Yogyakarta pada Kamis (21/05).
Kegiatan kunker ini turut dihadiri oleh Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano beserta jajaran BOD-1 Jasa Marga Group. Sementara dari jajaran parlemen, hadir Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo berserta jajaran Anggota Komisi VI DPR RI.
Turut hadir Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Hambra Samal dan Senior Vice President (SVP) Business 3 PT Danantara Asset Management (DAM) Desty Arlaini beserta jajaran.
Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah BUMN mitra kerja Komisi VI DPR RI, seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero)/Injourney, PT Angkasa Pura Indonesia, PT Integrasi Aviasi Solusi, dan Perum DAMRI.
Rivan menyampaikan bahwa pengembangan jaringan jalan tol di koridor Jawa Tengah dan Yogyakarta saat ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas wilayah serta mendukung sektor pariwisata daerah.
“Yogyakarta dan wilayah sekitarnya memiliki posisi strategis sehingga konektivitas jalan tol menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan destinasi wisata,” ujar Rivan.
Konektivitas pendukung pariwisata di wilayah Jawa Tengah menunjukkan tren positif yang signifikan pada Triwulan I Tahun 2026.
Pendapatan tol di sejumlah ruas utama Jasa Marga Group mencatatkan pertumbuhan tahunan, di antaranya Jalan Tol Semarang–Batang yang tumbuh 16,59% (yoy), Jalan Tol Solo–Ngawi meningkat 23,52% (yoy), serta Jalan Tol Jogja–Solo yang mencatat kenaikan sebesar 18,91% (yoy).
Menurut Rivan, peningkatan ini mencerminkan peningkatan mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi dan wisata di kawasan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang).
Pada masa libur panjang dan Lebaran 2026, Jasa Marga Group sukses mengoptimalisasi jalur fungsional. Pemanfaatan tersebut meliputi Jalan Tol Jogja-Solo sepanjang 30,15 km yang telah operasional bertarif (Kartasura–Prambanan) serta 12,23 km jalur fungsional (Prambanan–Purwomartani).
Selain itu, Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 6 sepanjang 4,85 km (Ambarawa–Bawen) turut dibuka fungsional. Rangkaian akselerasi konektivitas ini terbukti krusial dalam menyerap lonjakan volume lalu lintas harian hingga 80% dari kondisi normal.
Dalam mendukung pengembangan kawasan Joglosemar, Jasa Marga terus mempercepat penyelesaian konstruksi.
“Pengerjaan pembangunan proyek jalan tol ini tetap memperhatikan karakteristik lokal melalui penyesuaian desain konstruksi di sekitar ring road Yogyakarta agar selaras dengan tata ruang dan kearifan lokal masyarakat setempat,” tambah Rivan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menyampaikan bahwa Yogyakarta memiliki potensi pariwisata, ekonomi, dan UMKM yang sangat besar.
Oleh karena itu, dukungan konektivitas yang terintegrasi dari seluruh BUMN infrastruktur transportasi menjadi faktor krusial agar seluruh potensi daerah tersebut dapat dioptimalkan dan semakin berdaya saing.
“Yogyakarta ini adalah kota yang benar-benar istimewa makanya disebut Daerah Istimewa Yogyakarta, karena itu pariwisatanya harus didukung penuh. Kita ingin seluruh pariwisatanya terintegrasi total,” jelas Eko.
Tantangan kita hari ini adalah mengoneksikan jalur pesawat, kereta api panoramik, armada DAMRI, hingga pengelolaan jalan tol oleh Jasa Marga. Jika semua simpul transportasi ini tidak terintegrasi, potensi megah dari infrastruktur yang sudah dibangun BUMN akan kurang maksimal dirasakan masyarakat.
Menanggapi pernyataan tersebut, manajemen Jasa Marga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Komisi VI DPR RI yang terus mengawal pembangunan infrastruktur nasional.
Dukungan dan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi energi positif bagi Jasa Marga untuk terus menghadirkan konektivitas jalan tol yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan.
“Kami optimistis pembangunan infrastruktur di kawasan Joglosemar akan semakin memperkuat aksesibilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Rivan.
Melalui percepatan penyelesaian ruas strategis, integrasi akses transportasi secara menyeluruh, serta inovasi pelayanan berbasis teknologi di kawasan Joglosemar, Jasa Marga berkomitmen untuk terus menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata daerah, meningkatkan kelancaran mobilitas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (za).


